Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diproyeksikan Jadi Unggulan DIJ dan Jateng

Editor Content • Jumat, 6 Januari 2023 | 16:12 WIB
 Suasana saat Komisi D DPRD DIJ meninjau Rumah Sakit Paru Respira pada Kamis (5/1).(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
 Suasana saat Komisi D DPRD DIJ meninjau Rumah Sakit Paru Respira pada Kamis (5/1).(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
 

RADAR JOGJA - Rumah Sakit Khusus Paru Respira yang terletak di kabupaten Bantul kini tengah digenjot pengembangannya. Salah satunya dengan penambahan lahan rumah sakit. Upaya itu dilakukan agar rumah sakit itu bisa menjadi unggulan rumah sakit paru di wilayah DIJ dan Jateng.

Ketua Komisi D DPRD DIJ Koeswanto mengatakan, kondisi gedung RS Paru Respira untuk saat ini memang sangat memprihatinkan. Sebab rumah sakit tersebut memiliki lahan yang cukup sempit. Berbanding terbalik dengan tingginya temuan penyakit paru di Jogjakarta.

Karena itu, pihaknya sejak tahun 2021 lalu terus memperjuangkan pembebasan lahan seluas lima hektar yang terletak di belakang rumah sakit. Lahan tersebut diharapkan bisa digunakan untuk menambah berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlangsungan rumah sakit.

"DIJ ini tertinggi penyakit parunya, karena itu kami antisipasi dengan mendorong pengembangan rumah sakit Respira, kami mendukung agar semua fasilitas yang dibutuhkan oleh rumah sakit tersedia," ujar Koeswanto disela kunjungannya, kemarin (5/1).

Direktur RS Respira Gregorius Anung Trihadi menyampaikan, keterbatasan lahan memang menjadi salah satu masalah utama operasional rumah sakit. Sebab, fasilitas pelayanan kesehatan yang dipimpinnya itu hanya memiliki luas lahan sebesar 1.900 meter persegi dengan kapasitas 25 tempat tidur.

Dalam rencana pengembangan ke depan, Anung menyatakan bahwa RS Respira akan ditambah kapasitasnya menjadi 180 tempat tidur. Kemudian juga akan dilakukan peningkatan pelayanan agar harapannya rumah sakit tersebut bisa menjadi rumah sakit unggulan penanganan penyakit paru.
"Kami memang memproyeksikan rumah sakit Respira sebagai unggulan di DIJ dan Jateng bagian selatan," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastutie berharap dengan pelayanan rumah sakit Respira bisa semakin baik seiring dengan rencana pengembangannya. Ia pun menaruh harapan besar agar rumah sakit bisa membantu eliminasi penyakit tuberculosis (TBC). "Kami berharap pengembangan rumah sakit Respira bisa membantu eliminasi TBC di tahun 2030 mendatang," harap Pembajun. (inu/bah) Editor : Editor Content
#Bantul