Prawidi, warga Srunggo II RT. 04 Prawidi mengaku, kejadian angin puting beliung ini terjadi sekitar pukul 12.15. Dibarengi dengan padamnya listrik. Kemudian disusul suara gemuruh. Warga sempat mengira itu suara mesin pesawat terbang. “Ternyata itu puting beliung. Lalu warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri," terangnya.
Lurah Selopamioro Sugeng Suryanto mengungkapkan, saat ini warga yang terdampak bencana sangat membutuhkan terpal. Ini digunakan sebagai penutup sementara atap rumah warga yang rusak. “Sebab, sebagian besar genting rusak,’’beber Sugeng.
Dukuh Kalidadap II Papin merinci, kejadian ini berdampak pada 34 KK. Sebanyak 30 KK di antaranya terdampak atap rumah rusak, empat KK terdampak pohon tumbang, serta ada tiga kandang ternak yang rusak."Untuk korban jiwa tidak ada,” ucapnya.
Kapolsek Imogiri Kompol Suharno mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya evakuasi dengan dibantu personil dari Polres Bantul, TNI, BPBD Bantul, Tagana, RAPI, TRC, FPRB dan relawan. Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, dampak angin puting beliung itu diketahui juga menumbangkan pohon dan memutus jaringan listrik penerangan jalan.(inu/din) Editor : Editor Content