RADAR JOGJA - Komitmen Pemkab Bantul untuk menyempurnakan layanan untuk penyandang difabel dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditunjukan dengan peresmian Sahabat Pemerhati Difabel dan ODGJ (Sapa Difa) Minggu (4/12). Yayasan yang aktif sejak 2006 di Kapanewon Imogiri itu, kini resmi diakui dan dimiliki pemerintah setempat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, dengan kehadiran Sapa Difa harapannya masa depan penyandang disabilitas di Bantul bisa semakin cerah. Sebab, yayasan tersebut sudah cukup aktif dalam hal peningkatan pelayanan dan memperjuangkan hak-hak difabel di Bantul.
Halim melanjutkan, Indonesia juga merupakan negara yang menganut paham pembangunan dengan memperhatikan seluruh umat manusia. Sehingga dengan kehadiran Sapa Difa, diharapkan bisa semakin menyempurnakan layanan dari pemkab agar penyandang disabilitas dapat memperoleh hak-hak mereka secara layak. Serta dapat turut berperan serta dalam pembangunan.
Orang nomor satu di Bantul itu pun menyampaikan, bahwa pemkab sebenarnya juga terbuka dalam menerima saran dari berbagai pihak. Sehingga dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah memberikan perhatian yang semestinya kepada penyandang disabilitas. "Dengan hadirnya Yayasan Sapa Difa kami semakin optimis bahwa masa depan penyandang disabilitas di Imogiri dan Kabupaten Bantul akan semakin baik. Karena itu, bagi teman-teman difabel dapat memberi kami masukan supaya ke depan semakin sempurna," ujar Halim di sela peresmian.
Diketahui, Sapa Difa merupakan yayasan yang aktif dalam melakukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan untuk para penyandang disabilitas dan ODGJ. Selain itu, juga berperan sebagai pengasuh difabel dan ODGJ agar terpantau, baik fisik maupun mentalnya. Yayasan tersebut juga cukup aktif memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas agar memperoleh kesamaan dan kesempatan dalam segala aspek demi kehidupan yang lebih layak.
Panewu Imogiri Slamet Santoso berharap, semua pihak bisa memberikan perhatian dan kepedulian untuk melakukan upaya-upaya pendampingan terhadap difabel dan ODGJ. Salah satunya dengan mendukung keberadaan yayasan itu. Sehingga kemudian, bisa memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan kemandirian serta kesejahteraan difabel. "Harapan kami, semua pihak dapat memperjuangkan dan mendampingi saudara-saudara kita kaum difabel untuk hidup mandiri dan sejahtera," tutur Slamet. (inu/eno) Editor : Editor Content