RADAR JOGJA - Pemkab Bantul melakukan sosialisasi tentang barang kena cukai dan pencegahan peredaran rokok ilegal. Dalam kegiatan yang digelar di Kompleks Parasamya kemarin (16/11) itu, Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo meminta masyarakat bisa aktif dalam upaya memerangi peredaran rokok ilegal.
Menurut Joko, mencegah peredaran rokok ilegal bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun juga harus diperlukan peran masyarakat. Agar upaya pencegahan barang yang merugikan negara tersebut bisa maksimal.
Oleh karena itu, dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pemkab juga turut mengundang agen-agen informasi masyarakat, anggota perlindungan masyarakat (linmas), serta perwakilan dari pelaku UMKM di Kabupaten Bantul. “Bukan hanya tanggung jawab kantor bea cukai saja. Tetapi kita sebagai masyarakat juga bertanggung jawab," tegas Joko di sela kegiatan kemarin (16/11).
Dari sosialisasi itu, Joko berharap, masyarakat bisa paham tentang cukai dan rokok ilegal. Sehingga kemudian dapat meningkatkan kesadaran untuk ikut serta memberantas Barang Kena Cukai (BKC) ilegal. Karena termasuk bentuk tindak pidana dan menyebabkan kerugian negara.
Selaku narasumber, Pelaksana Pemeriksa Kantor Bea Cukai Jogjakarta Vita Mardiyatun menyampaikan, ada beberapa jenis tembakau yang memang harus dikenakan cukai. Seperti di antaranya tembakau sigaret kretek dan sigaret putih, sigaret kelembak menyan, rokok daun atau klobot, rokok elektrik, serta tembakau iris. "Tembakau iris yang kena cukai yaitu tembakau iris yang dikemas maksimal 2,5 kilogram dan dikemas untuk penjual eceran,” beber Vita.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bantul Yulius Suharta menuturkan, kerugian negara yang dihasilkan dari peredaran tembakau ilegal itu adalah tentang dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Diketahui, DBH CHT merupakan dana yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara yang diperoleh dari hasil tembakau dan diberikan kepada daerah. Dana tersebut memiliki fungsi mendanai kebutuhan daerah. "Adanya DBH CHT bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bantul," ungkapnya. (inu/eno) Editor : Editor Content