“Berhasil atau tidaknya rute baru itu mudah. Banyak sedikitnya nanti penumpang yang memanfaatkannya,” kata Arif kemarin (13/11). Dengan semakin diminatinya rute baru itu berarti telah mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum. Sebaliknya bila sepi penumpang, kampanye menggunakan Trans Jogja berarti belum efektif.
“Nanti kita lihat tiga bulan ke depan sebagai evaluasi,” katanya.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengakui, subsidi transportasi umum dari APBD DIY cukup besar. Per tahun, subsidi transportasi mencapai sekitar Rp 140 miliar. Dengan subsidi ini, harapannya layanan transportasi umum bagi masyarakat menjadi lebih baik.
Huda menegaskan, dewan tidak berharap dari pemberian subsidi Trans Jogja itu berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Tidak ada satupun keinginan dewan mendapatkan pengembalian pemasukan daerah dari operasional Trans Jogja. Bagi dewan, Trans Jogja dinilai sukses bila bisa mengajak masyarakat berbondong-bondong menggunakan angkuta publik. Memakai kendaraan umum saat beraktivitas sehari-hari.
“Kemacetan bisa dikurangi,” harap dia.
Peresmian rute baru Trans Jogja ini dilakukan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X. Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Suharto dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Tampak pula Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Suharto mengatakan, peresmian rute baru ini merupkan kolaborasi antara Pemda DIY dan Kota Yogyakarta ditambah Kabupaten Bantul. Sekarang Bantul masuk dalam rute transportasi umum Trans Jogja.
“Ini merupakan bagian daripada evaluasi kami. Intinya bagaimana kami memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat DIY,” katanya. Sedangkan Paku Alam X mengatakan, Pemda DIY telah menyelenggarakan layanan angkutan umum sejak 14 tahun yang lalu. Pemda DIY berkomitmen memberikan subsidi angkutan umum perkotaan melalui APBD.
“Subsidi tersebut diimplementasikan melalui sistem by the service yang kemudian melahirkan bus Trans Jogja pada Februari 2008,” ucap wakil gubernur.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap dengan adanya rute baru Trans Jogja Palbapang-Malioboro-Ngabean masyarakat Bantul menjadi lebih terbantu dalam hal transportasi umum. Hadirnya rute baru ini diyakini dapat melayani kebutuhan masyarakat Bantul.
“Transportasi umum yang representatif, nyaman, dan terjangkau sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan kelancaran transportasi,” harap dia. (*/kus/dwi) Editor : Editor News