Taufik mengaku sejak dilantik sebagai lurah, ia memiliki misi untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan mudah bagi masyarakat. Hal itu diwujudkan bertahap olehnya melalui pelayanan administrasi desa secara online. Mulai dari situs pleret.id, WhatsApp resmi kalurahan, maupun aplikasi yang tersedia di Google Play Store.
Melalui sistem itu, masyarakat tak perlu repot-repot lagi untuk datang ke kantor kalurahan guna mengurus administrasi desa seperti dokumen kependudukan dan sebagainya. Dengan hanya melalui handphone atau laptop, dokumen yang dibutuhkan akan dikirimkan oleh pamong langsung ke masyarakat secara daring.
“Dengan sistem online layanan surat menyurat bisa dilakukan di mana saja, tanda tangan pun digital, masyarakat juga bisa mengakses alokasi APBDes secara real-time melalui website,” ujar Taufik saat ditemui Radar Jogja di Kantor Kalurahan Pleret, kemarin (27/10).
Selain berupaya memudahkan masyarakat untuk mengakses kebutuhan administrasi desa, melalui digitalisasi itu Taufik juga ingin membentuk budaya baru dalam hal kedisiplinan pamong desa. Dalam website pemerintah kalurahan yang dikembangkannya, para pamong atau pegawai kalurahan dapat melakukan absensi secara online. Serta bisa dilihat pula oleh masyarakat apakah pamong sedang berada di kantor atau tidak, apabila tengah dibutuhkan.
Di samping itu, tambah Taufik, melalui situs website kalurahan, masyarakat di luar Pleret juga bisa melihat berbagai potensi yang ada di desa itu. Mulai destinasi wisata, usaha-usaha kreatif yang dikembangkan masyarakat, kuliner, hingga paket-paket wisata untuk wisatawan. Bahkan pendataan masyarakat miskin pun bisa dilakukan melalui website resmi pleret.id.
Terkait upaya pengembangan digitalisasi kalurahan ini, Taufik yang juga dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogjakarta ini mengaku tidak menemui kendala berarti. Lantaran teknik informatika dan ilmu komputer merupakan bidang yang dikuasainya. Terlebih lagi, ia juga memiliki perusahaan di bidang teknologi informasi dan merupakan dosen di salah satu universitas swasta di Jogjakarta.
“Jadi visi misi saya membangun Pleret adalah desa digital yang mandiri, berbudaya, dan agamis,” ucap lulusan S1 Teknik Informatika STMIK Akakom Jogjakarta dan S2 Ilmu Komputer UGM yang kini juga sebagai direktur CV Infotech Engineering itu. (inu/laz) Editor : Editor Content