Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Semangat APBD 2023 Juga untuk Mengurangi Kemiskinan

Administrator • Kamis, 29 September 2022 | 19:05 WIB
SOSIALISASI: Damba Aktivis (kiri) menjadi narasumber talkshow perihal KUA-PPAS 2023 beberapa waktu lalu.  (ISTIMEWA)
SOSIALISASI: Damba Aktivis (kiri) menjadi narasumber talkshow perihal KUA-PPAS 2023 beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Pekerjaan rumah (PR) pemkab pada 2023 masih cukup berat. Terutama PR menekan laju tingginya angka kemiskinan dan pengangguran pascapandemi Covid-19. Ya, angka kemiskinan di Bumi Projotamansari pada 2021 meningkat tajam di angka 14,04 persen. Pun dengan angka pengangguran terbuka. Mencapai 4,04 persen. "Ini akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia," jelas Wakil Ketua III DPRD Bantul Damba Aktivis di ruang kerjanya kemarin (28/9).

Berdasar itu, rancangan APBD 2023 akhirnya diprioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Damba menilai, arah kebijakan pemkab sangat tepat. Apalagi, beberapa program kegiatan yang dicanangkan dalam rancangan APBD 2023 sudah sesuai kebutuhan masyarakat. Di antaranya, pemberian berbagai jenis pelatihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kewirausahaan.

"Pelatihan-pelatihannya untuk meningkatkan kualitas keterampilan," ucapnya.

Politikus PAN ini berpendapat peningkatan keterampilan memang sangat dibutuhkan. Hanya, Damba mewanti-wanti penerima program pelatihan ini harus tepat sasaran. Calon penerimanya setidaknya memiliki kualifikasi yang cukup. "Seperti punya semangat untuk berwirausaha. Sehingga pelatihannya tidak sia-sia," ingatnya.

Program lain yang dibutuhkan masyarakat adalah padat karya infrastruktur. Menurutnya, program yang diampu dinas tenaga kerja dan transmigrasi ini sudah berjalan bertahun-tahun. Itu lantaran program ini memang memiliki beberapa dampak positif. Pertama, kelompok masyarakat penerima program mendapatkan pekerjaan. Lantaran para pekerjanya adalah warga sekitar lokasi program. "Efek lainnya, infrastruktur di pedesaan seperti jalan kampung menjadi baik," tuturnya.

Damba memprediksi tahun 2023 merupakan masa transisi. Menyusul landainya perkembangan kasus Covid-19 pada tahun ini. Sehingga pemkab sudah tepat mengambil tema Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Sektor Unggulan untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023. Dari pencermatannya, pemkab memiliki beberapa program prioritas pada 2023. Antara lain, pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, penguatan sektor unggulan, serta peningkatan infrastruktur dan pendukung ekonomi kewilayahan.

Politikus yang tinggal di Kapanewon Kasihan ini menilai, antara satu program prioritas dengan lainnya saling berkaitan. Bahkan, saling mendukung. Penguatan sektor unggulan, misalnya. Pemkab pada 2023 akan menguatkan tiga sektor unggulan. Yakni, pertanian, pariwisata, dan industri. Lantaran tiga sektor unggulan itu penyumbang tertinggi dari 17 lapangan usaha. "Sehingga ketika tiga sektor ini dikuatkan, angka kemiskinan dan pengangguran bisa dikurangi," ungkapnya.

Setali tiga uang dengan program peningkatan infrastruktur dan pendukung ekonomi kewilayahan. Menurutnya, infrastruktur yang mendukung kebangkitan sektor pertanian, pariwisata, dan industri ditingkatkan pada 2023. "Jalannya yang sekarang bergelombang atau jelek akan diperbaiki," ujarnya.

Peningkatan infrastruktur, Damba tak menampik memang mendesak. Terutama, akses menuju destinasi. Mudahnya akses jalan menuju destinasi wisata bisa memantik tingginya kunjungan. Akses jalan menuju Dlingo, contohnya. Tingkat kunjungan tinggi setelah pemerintah memperbaiki dan memperlebar ruas jalan menuju hutan pinus. "Kalau kunjungan di semua destinasi tinggi pasti membawa dampak meningkatnya ekonomi masyarakat," jelasnya.

Kendati begitu, Damba menekankan, peningkatan infrastruktur memang harus dibarengi dengan upaya lain. Sektor pariwisata, contohnya. Pemkab harus mengoptimalkan seluruh destinasi. Termasuk desa wisata.  "Untungnya, pemkab pada 2023 juga memprioritaskan penguatan sektor pariwisata," tambahnya. (sce/zam/ila) Editor : Administrator
#DPRD Bantul