Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jefry menuturkan korban meninggal dunia secara mendadak. Berawal saat rombongan peziarah asal Temanggung datang mengunakan bus. Setibanya di lokasi, rombongan langsung berjalan menuju makam.
"Sampai di atas korban duduk di serambi mushola mengalami kejang, menggigit lidah dan sempat berkata "nafas saya ngos ngosan", selanjutnya dirangkul para saksi, tubuh korban mengalami lemas dan meninggal dunia," jelasnya melalui sambungan telepon, Minggu (28/8).
Rombongan dibantu warga langsung memberikan tindakan medis pertama. Setelahnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Hanya saja nyawa Maryati tetap tak tertolong.
Jefry menuturkan tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Melibatkan Tim Inafis Polres Bantul, Polsek Kretek dan tim tenaga kesehatan Puskesmas Kretek. Hasilnya Maryati meninggal dunia akibat kelelahan dan serangan jantung.
"Lebam mayat negatif, kaku mayat negatif, reflek pupil negatif. Lalu cairan mulut dan telinga negatif. Tidak terdapat tanda tanda kekerasan. Korban diduga mengalami kecapekan dan mengalami serangan jantung," katanya.
Usai kejadian, pihaknya berkoordinasi dengan pihak keluarga. Dalam keterangan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut. Maryati dimakamkan di kediamannya Temanggung, Jawa Tengah.
"Pihak keluarga telah menerima kejadian, selanjutnya dibuatkan berita acara serah terima jenazah oleh Unit Reskrim Polsek Kretek kepada keluarga korban," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News