Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jumlah Pengangguran di Bantul Capai 24 Ribu

Editor Content • Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:09 WIB
KOMPAK: Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Suryo Ndadari saat mendeklarasikan usulan kenaikan penghasilan tetap dan tunjangan di Gedung Serba Guna Sleman kemarin (30/5). (WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA)
KOMPAK: Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Suryo Ndadari saat mendeklarasikan usulan kenaikan penghasilan tetap dan tunjangan di Gedung Serba Guna Sleman kemarin (30/5). (WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA)
 

RADAR JOGJA - Jumlah angka pengangguran di Bantul terhitung cukup tinggi. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mencatat setidaknya ada 24.000 orang menganggur hingga 2021.

Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengatakan, mayoritas pengangguran berasal dari lulusan SMA dan SMK. Hal ini karena jumlah lulusan tidak sebanding dengan minat atau kualifikasi yang tersedia pada lowongan kerja. "Bantul mayoritas lowongan yang tersedia itu industri garmen," bebernya saat ditemui Radar Jogja kemarin (16/8).

Selain itu, minimnya pengetahuan masyarakat untuk menggunakan teknologi penyedia informasi tentang lowongan kerja juga menjadi faktor pengangguran. Karena hal itu, Disnakertrans Bantul pun sudah menyiapkan berbagai program agar informasi tentang lowongan kerja bisa maksimal diketahui oleh masyarakat.

Istirul menyatakan, program yang dimilikinya adalah pelayanan antar kerja dan informasi lowongan keliling (Pak Iling). Di tahun ini, disnakertrans sudah menyasar hingga enam kapanewon sejak April. Dan akan berlanjut ke kapanewon-kapanewon lainnya di Bantul. "Program itu akan membantu teman-teman pencari kerja yang gaptek. Atau yang kesulitan mengakses informasi lowongan secara online," katanya.

Upaya lainnya untuk menekan jumlah pengangguran adalah dengan mengadakan job fair. Pada 2022, lowongan kerja pada job fair meningkat dua kali lipat dari tahun lalu. Sebanyak 4.000 lowongan kerja dari 44 perusahaan.
Rencanaya, job fair akan digelar pada 22-24 Agustus. Namun karena masih dalam situasi pandemi, pelaksanaannya akan dilakukan secara online melalui website dan aplikasi yang disediakan Disnakertrans Bantul.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap, dengan program yang rutin dilaksanakan tiap tahun bisa turut menekan angka pengangguran di Bantul. Dia pun mengapresiasi perusahaan yang turut terlibat dalam job fair mendatang. Karena memang bukan hal mudah memberikan lapangan pekerjaan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. "Saya berharap job fair dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Bantul," katanya. (inu/eno) Editor : Editor Content
#Disnakertrans #Bantul