Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Guru Besar Pedalangan, Juga Ahli dalam Tradisi Ruwatan

Editor Content • Jumat, 8 Juli 2022 | 15:52 WIB
JAGA TRADISI : Dalang Ki Kasidi Hadiprayitno MRBA Kawindrawinoto. Selain seorang dalang, Ki Kasidi juga memiliki kemampuan dalam menjalani tradisi ruwatan. Upaya tersebut dilakukan dalam menjaga nilai-nilai budaya leluhur khususnya Jawa.(IWAN NURWANTO/RAD
JAGA TRADISI : Dalang Ki Kasidi Hadiprayitno MRBA Kawindrawinoto. Selain seorang dalang, Ki Kasidi juga memiliki kemampuan dalam menjalani tradisi ruwatan. Upaya tersebut dilakukan dalam menjaga nilai-nilai budaya leluhur khususnya Jawa.(IWAN NURWANTO/RAD
RADAR JOGJA - Ki Kasidi Hadiprayitno MRBA Kawindrowinoto dikenal sebagai seorang dalang. Selain piawai dalam hal mendalang, ia juga ahli dalam hal tradisi ruwatan. Berikut kisahnya.

Iwan Nurwanto, Radar Jogja, Bantul.

Ki Kasidi adalah anak pertama dari dalang kondang asal Jogjakarta, Ki Timbul Cermomanggolo. Ayahnya ini pulalah yang menurunkan kemampuan meruwat atau lebih dikenal membuang sial.

Hingga 2022 ini, setidaknya ia sudah meruwat berbagai hal. Mulai dari meruwat sukerta (orang), mapar tunggak (bangunan), ruwat bumi (tanah pekarangan), ruwat tikus (tanah pertanian), bisnis perusahaan serta berbagai persoalan tentang aura buruk dalam kehidupan manusia atau benda yang diruwat.

Dijelaskan, ruwatan merupakan salah satu upacara religi dari budaya Jawa dengan tujuan memperbaiki berbagai hal yang memiliki aura buruk. Yang dimana, dalam seni budaya pewayangan tradisi itu memiliki arti sebuah kegiatan untuk menghalangi adanya aura angkara murka yang kemungkinan ada pada pribadi, bangunan, tempat, bisnis, jodoh, dan lain sebagainya.

Kasidi pun menyebut bahwa ruwatan juga sudah menjadi sarana spiritual diyakini masyarakat dalam budaya Jawa. Seperti dalam kegiatan secara Islam yakni ruqyah yang berarti melindungi dan menyembuhkan dari gangguan sihir, santet, penyakit dengan cara pendekatan agama.

Pelaksanaan tradisi itu, khususnya ruwatan sukerta juga tidak dapat dipisahkan dengan peran seorang dalang yang bertindak selaku pimpinan upacara ruwatan. Keberadaan dalang ruwat menjadi sangat penting dalam terselenggaranya upacara tradisional itu.

Bukan saja dalam hal kemampuan melakonkan kisah Murwokolo. Namun ada pula beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh dalang yang bersangkutan, baik dari penguasaan materi maupun dari segi keturunan trah dalang ruwat itu sendiri.

Meski saat ini sudah cukup modern, Kasidi menyatakan ruwatan masih menjadi salah satu alternatif kegiatan religi populer di masyarakat. Sebab, ruwatan memiliki independensi sebagai aktivitas lintas budaya dan keyakinan. Serta aktivitas upacara itu juga dapat diikuti siapapun dari lintas geografis dan demografi, suku dan agama, bahkan lintas negara.

"Masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan religi ini untuk mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi dalam berkehidupan. Dapat pula dikatakan sebagai keyakinan untuk meningkatkan mental positif dalam menjalani hidup dan berkehidupan dengan mantap," ujar Ki Kasidi saat ditemui Radar Jogja.
Lebih dari itu, Dosen Jurusan Seni Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Jogjakarta ini pun menyampaikan kalau tradisi ruwatan juga sudah menjadi gaya tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih lagi untuk seseorang yang ingin kembali ke alam dan budaya tradisional serta sebagai salah satu pilihan untuk menentramkan hati.

Dalam waktu dekat ini, Ki Kasidi rencananya juga akan menggelar kegiatan Ruwatan Murwokolo Nusantara yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2022 mendatang di Candi Tirta Raharja, Kasongan, Bantul. Dalam kegiatan itu pula turut mengajak masyarakat yang membutuhkan agar menjadi peserta namun dengan persyaratan tertentu. "Semoga Ruwatan Murwokolo Nusantara ini dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya. (bah) Editor : Editor Content
#Bantul #Ki Kasidi