Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekosistem Rusak, Penyu Diambang Kepunahan

Editor Content • Senin, 21 Maret 2022 | 15:07 WIB
JADI INCARAN: Petani cabai asal Padukuhan Pojokan, Caturharjo, Sleman Suwandi saat ditemui di ladangnya (14/6). Beberapa waktu lalu, cabai siap panen miliknya sempat dicuri.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
JADI INCARAN: Petani cabai asal Padukuhan Pojokan, Caturharjo, Sleman Suwandi saat ditemui di ladangnya (14/6). Beberapa waktu lalu, cabai siap panen miliknya sempat dicuri.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Penyu atau kura-kura laut merupakan hewan yang masuk kategori langka. Keberadaannya makin di ambang kepunahan, lantaran ekosistemnya yang rusak.

Pengelola Konservasi Penyu Pantai Pelangi, Kretek, Bantul, Sarwidi merasa prihatin dengan ekosistem Pantai Selatan (Pansela) yang kian memburuk. Sebab hal ini mempengaruhi kelestarian penyu. Lantaran Pansela merupakan salah satu habitat tempat penyu bertelur. “Tapi ekosistemnya terancam sekali,” ujar Pak Min, sapaan akrabnya, diwawancarai di konservasi miliknya kemarin (20/3).

Tercatat, ada tiga jenis penyu yang mendarat di Pantai Pelangi selama 12 tahun terakhir. Mayoritas berjenis penyu lekang dan sisik. Sementara telur penyu belimbing hanya ditemukan tahun kemarin. “Tapi saya heran, kami kebingungan alasannya tidak ada yang menetas. Baru tahun kemarin ada dan gagal,” sesalnya.

Tidak hanya satu, lanjutnya, total ada tiga titik telur belimbing menetaskan telurnya. Namun dari tiga sarang tersebut, diakuinya telur tidak ada yang menetas. Berdasar hasil diskusi, diperkirakan telur-telur yang ditemukan kemungkinan besar tidak dibuahi. Sehingga telur hanya berupa telur kosong dan tidak dapat berkembang biak. “Mungkin penyu jantan jumlahnya sudah berkurang banyak,” ujarnya.

Sementara untuk penyu lekang dan sisik, menetas dalam 48-52 hari. Sementara menurut teori, penyu belimbing memerlukan waktu lebih lama, 60-80 hari. Penyu biasa mendarat pada musim kemarau sekitar April-September. “Satu sarang penyu, biasanya antara 70-130 butir telur,” jelasnya.

Founder Aksi Konservasi Jogja Daru Aji Saputro menambahkan, jenis kelamin penyu dipengaruhi oleh suhu saat masih berupa telur. Kemungkinan menetasnya penyu jantan pun semakin sedikit. Bila tinggi suhu suatu ekosistem, tempat telur penyu diletakkan, tinggi. “Nah pandan laut, dari literatur yang kami baca, bisa melembabkan si telur penyu,” ungkapnya.

Untuk itu, Daru mengajak komunitasnya menanam pandan laut di sekitar Pantai Pelangi. Penanaman ini juga sekaligus jadi peringatan Hari Hutan Dunia yang jatuh hari ini. Dia berharap, yang dilakukannya dapat membuat ekosistem pantai membaik. Sehingga penyu yang bertelur di sekitar Pantai Pelangi dapat menetas sempurna. “Kalau diatur (ekosistem pantai, Red) bisa lembab, perbandingan jantan betina bisa 1:1. Jadi bisa meningkatkan keberhasilan reproduksi penyu,” jabarnya. (fat/eno) Editor : Editor Content
#Bantul