Halim Menekankan, wiwitan adalah ekspresi budaya yang sangat positif. “Masyarakat Bantul yang memiliki kebudayaan religius menggantungkan hidupnya kepada Tuhan melalui wiwitan,” jabarnya.
Halim pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak dapat bekerja sendiri, tanpa adanya campur tangan dan kontribusi dari masyarakat. “Kami terus berusaha untuk mengupayakan kesejahteraan masyarakat melalui program-program di berbagai sektor baik itu, pertanian, pariwisata, kebudayaan, dan sektor lainnya,” ujarnya.
Lurah Caturharjo Wasdiyanto menjelaskan, diperlukan proses panjang sampai sebuah padi dapat dipanen. Sebab area persawahan di daerahnya belum memiliki pengairan yang baik. Untuk itu, dia berharap ada upaya untuk meningkatkan sistem pengairan di wilayahnya. “Sehingga produktivitas petani juga dapat meningkat,” tegas Wasdiyanto dalam sambutannya.
Sebelumnya, Kepala Balai Besar Peramalan OPT Dirjen Tanaman Pangan, Eni Tauruslina Amarullah mengapresiasi Pemkab Bantul yang telah menjalankan amanat Menteri Pertanian. Dalam rangka menyukseskan program IP Padi 400, Bantul telah menyiapkan lahan sawah seluas 5000 hektare. “Luasan lahan ini yang terbesar di DIJ,” ungkapnya.
Eni mengungkap, bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pertanian di Kabupaten Bantul sebesar Rp 5,16 miliar. Melalui bantuan terasebut, Bantul diharapkan dapat memberi kontribusi pada ketahanan pangan.
Dijadwalkan, peluncuran program IP Padi 400 dilangsungkan pada 17 Agustus. “Harapannya Kabupaten Bantul dapat turut berkontribusi dalam swasembada pangan,” tandasnya. (fat/eno) Editor : Editor Content