Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD), Sri Nuryanti menjelaskan, keberadaan lomba kalurahan merupakan upaya mendorong pembangunan masyarakat. Lebih menekankan pada tekad dan kekuatan dari kalurahan itu sendiri. “Lomba ini juga sekaligus upaya untuk mengevaluasi keberhasilan masyarakat dalam pembangunan desa atau kalurahan,” paparnya diwawancarai usai pembukaan lomba kalurahan tingkat Kabupaten Bantul kemarin (1/3).
Dalam lomba dinilai perkembangan pembangunan kalurahan selama dua tahun terakhir. Sehingga, penilaian utamanya adalah pembangunan tahun 2020 dan 2021. “Harus dilaksanakan, ini berkaitan dengan ketertiban umum,” sebutnya.
Selain itu, lomba turut menilik inovasi dan pemberdayaan kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh peserta. Untuk itu, Nur menyebut penilaian yang dilakukan dalam lomba sama dengan penentuan kriteria penerima dana insentif kalurahan (DIKal). “Bedanya, lomba ini menyangkut partisipasi masyarakat dan pemerintahan. Kalau DIKal, hanya pemerintahannya saja,” jelasnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih pun berharap, seluruh kalurahan di Bumi Projotamansari meningkatkan kinerjanya. Kalurahan didorong perbaiki diri. Sebab kalurahan minimal masuk kategori B akan diberi penghargaan. “Namanya DIKal, jumlahnya sedang kami bahas sesuai kemampuan daerah,” ucapnya.
Diharapkan pula, semua kalurahan di Bantul masuk kategori B dan terus meningkatkan diri. Keberadaan lomba kalurahan yang diapresiasi oleh Halim, memuat penilaian penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat,pengelolaan sampah, dan pendidikan sedari PAUD. “Reward dievaluasi setiap tahun. Konsekuensinya, pemkab memberi DIKal secara tetap setiap tahun,” tandasnya. (fat/bah)
Editor : Editor Content