Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Markus Purnomo Adi membeberkan, jumlah kunjungan wisata tanggal 21-27 Februari naik sekitar 24 persen. Pada minggu sebelumnya, jumlah kunjungan hanya 35.394 wisatawan. “Sementara pada minggu ini 44.017,” bebernya dihubungi Radar Jogja Minggu (27/2).
Dikhususkan pada akhir pekan, jumlah kunjungan yang diterima Bantul pada 25-27 Februari sebanyak 31.558 wisatawan. Di mana mayoritas mengunjungi Parangtritis, dengan jumlah 27.498 wisatawan. “Khusus untuk weekend saja, naiknya 25 persen,” sebutnya.
Tingginya jumlah kunjungan bahkan sampai membuat antrean kendaraan menuju Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis mengular sepanjang lima kilometer. Hal ini membuat Koordinator TPR Parangtritis Rokhmat Ridwanto kewalahan. “Tidak seperti biasanya, kami dapat pantauan dari TNI Polri,” ujarnya.
Kendati begitu, ramainya Parangtritis tidak diikuti oleh semua destinasi di sekitarnya. Karitem misalnya, mengeluh karena usaha warung makannya di Pantai Depok sepi. Sekitar sebulan belakangan omsetnya turun. “Omzet saya turun sekitar 75 persen,” lontarnya.
Takut tak bisa menutup pengeluaran, ibu dua anak ini terpaksa merumahkan beberapa pekerjanya. Biasanya, dia mempekerjakan 8-9 karyawan. Namun saat ini, hanya ada lima orang yang diberdayakan. “Itu termasuk saya dan anak saya loh,” keluhnya.
Untuk itu, perempuan 55 tahun ini berharap ada terobosan yang dilakukan oleh Dinpar Bantul. Dalam mendongkrak kembali jumlah kunjungan di Pantai Depok. “Harapanku, supaya Depok bangkit lagi, kami minta Dinpar bagaimana caranya (solusi, Red),” pintanya.
Menanggapi, Kepala Dinpar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo pun meminta pelaku usaha wisata bersabar. Sebab kasus aktif Covid-19 di DIJ dan Bantul mempengaruhi kunjungan wisata. Ada penurunan tapi tidak drastis. “Ini perlu dipahami semua pihak. Prinsipnya, perlu disadari bersama, pariwisata masih diperbolehkan berkegiatan. Artinya, masyarakat masih bisa mencari mata pencaharian. Sekalipun ada penurunan,” nasihatnya.
Untuk kembali mendongkrak kunjungan, Pemkab mempersiapkan atraksi wisata. Direncanakan, tahun ini ada Festival Segoro Kidul. Selain itu, Pemkab kita memperkuat kerjasama dengan penyedia layanan jasa perjalanan untuk membuat paket ke desa. “Ini bagian dari upaya kami membangkitkan pariwisata di Bantul,” tegasnya. (fat/bah) Editor : Editor Content