Temuan kasus berawal dari skrining kepada para pasien. Hingga akhirnya didapati satu pasien terindikasi Covid-19 berdasarkan swab antigen. Pemeriksaan swab antigen sendiri merupakan standaer operasional prosedur di setiap rumah sakit.
"Pasien yang tadi malam sampai yang statusnya rawat inap itu semuanya diswab antigen. Nah dari 6 pasien, 1 swab antigen hasilnya positif," jelas Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih ditemui di Mapolres Bantul, Senin (7/2).
Walau begitu Siti menegaskan status pasien masih suspect. Sementara untuk terkonfirmasi positif Covid-19 tetap melalui swab PCR. Hanya saja sang pasien tetep kekeuh pulang meski perawatan optimal.
Siti melanjutkan, salah seorang dari lima penumpang korban luka lainnya kemudian menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Ini karena merasa dalam kategori pemilik riwayat kontak erat. Hanya saja untuk hasil, pihaknya masih menunggu.
“Sementara pasien berstatus positif antigen pulang ke daerah asalnya, Sukoharjo, Jawa Tengah, atas permintaan sendiri (APS), Minggu malam (6/2). Pihak rumah sakit terpaksa memenuhi keinginan sang pasien menimbang kondisinya,” katanya.
Pasien, lanjutnya, memutuskan pulang atas kesadaran pribadi. Saat menjalani swab antigen juga sempat ada penolakan. Berupa meronta-ronta saat akan dipindah ruang isolasi.
“Dibawa ke IGD sudah enggak mau. Minta pulang, sudah. Dia pulang ke Sukoharjo tadi malam dijemput keluarganya kalau enggak salah," ujar Siti.
Saat ditanya alasan, Siti tak berkata banyak. Ini karena pasien juga enggan berkata alasan utama menolak perawatan di rumah sakit. Pihaknya menghargai keinginan pasien dan tetap merahasiakan identitas.
Terkait penanagan, Siti memastikan maksimal. Pasien kecelakaan yang terindikasi Covid-19 akan berada di ruang isolasi khusus. Sehingga selain penyembuhan luka kecelakaan juga isolasi untuk Covid-19.
"Mungkin dengan kondisi saat ini, dia double shock. Satu trauma kecelakaannya, satu ketika dia antigen positif, kan otomatis double shock. Secara kemanusiaan susah, pokoknya minta pulang saja," kata Siti. (dwi) Editor : Editor News