Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Simulasi 3 Dimensi Ungkap Penyebab Kecelakan Maut Bukit Bego

Editor News • Senin, 7 Februari 2022 | 21:34 WIB
CARI PENYEBAB : Korlantas Mabes Polri bersama Ditlantas Polda DIJ melakukan olah TKP lokasi kecelakaan maut Bukit Bego dengan Traffic accident Analysis, Senin (7/2). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
CARI PENYEBAB : Korlantas Mabes Polri bersama Ditlantas Polda DIJ melakukan olah TKP lokasi kecelakaan maut Bukit Bego dengan Traffic accident Analysis, Senin (7/2). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Korlantas Mabes Polri bersama Ditlantas Polda DIJ melakukan olah TKP lokasi kecelakaan maut Bukit Bego. Langkah ini guna mengetahui penyebab utama kecelakaan bus milik PO Gandos Abadi. Baik untuk trek jalan Dlingo-Imogiri hingga kondisi armada bus.

Dirlantas Polda DIJ Kombespol Iwan Saktiadi menuturkan olah TKP menggunakan permodelan Traffic Accident Analysis. Data ini untuk menggambar situasi saat kecelakaan berlangsung. Termasuk kecepatan bus saat melaju di titik sebelum hingga lokasi kecelakaan berlangsung.

"Data divisualisasikan menjadi model 3 dimensi agar lebih jelas. Tim Traffic Accident Analys tujuannya untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bukti di lapangan. Kami mengumpulkan sebanyak mungkin fakta di lapangan dan sebanyak mungkin petunjuk-petunjuk di lapangan," jelasnya ditemui di lokasi kecelakaan, Senin (7/2).

Hasil sementara, tim analisis mengindikasikan ada empat penyebab kecelakaan. Terdiri dari faktor manusia, kendaraan, lingkungan atau jalan. Hanya saja pihaknya belum bisa menentukan secara pasti penyebab utama kecelakaan.

Iwan mengaku tak ingin terburu-buru dalam menentukan penyebab kecelakaan. Terlebih supir dari bus PO Gandos Abadi meninggal dunia. Sehingga pihaknya mengandalkan keterangan saksi sebagai cross check hasil Traffic Accident Analysis.

"Belum menentukan dari empat faktor ini. Kami tidak akan menyimpulkan prematur ini karena A, oh ini karena B. Kami akan kumpulkan semua bukti untuk konstruksikah. Apakah penyebab utama sehingga kondisi kecelakaan ini terjadi," katanya.

Untuk topografi, Iwan mengakui kondisinya berkelok-kelok tajam. Ini untuk menyesuaikan medan perbukitan di kawasan Dlingo Bantul. Berupa kondisi kontur jalan naik dan turun yang curam.

Dia juga belum bisa menyimpulkan sang supir, Feriyanto, 35, lalai. Ini karena pihaknya belum mendapatkan fakta secara komplit atas kejadian ini. Termasuk upaya supir dalam mengendalikan laju kendaraan dari sebelum hingga kecelakaan terjadi.

"Kalau infrastruktur sudah disiapkan oleh pemerintah. Dalam menunjang sisi keamanan bagi pengendara sudah terpenuhi. Rambu terpenuhi, infrastruktur penunjang ada, marka cukup jelas, jalan tidak ada lobang," ujarnya.

Disatu sisi pihaknya juga terus mengumpulkan bukti-bukti lainnya. Termasuk keterangan dari pemilik PO Gandos Abadi. Guna mengetahui riwayat pemeriksaan mesin sebelum kecelakaan terjadi.

Upaya pemeriksaan akan berlangsung intens. Terlebih kecelakaan yang berlangsung di Bukit Bego, Wukirsari Imogiri Bantul ini menyebabkan 13 penumpangnya meninggal dunia. Tepatnya rombongan family gathering pegawai konveksi dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Tidak menutup kemungkinan apapaun yang membuat terang perkara ini akan kami lakukan langkah-langkah kepolisian," ujarnya

Pihaknya akan melibatkan saksi ahli atas kecelakaan ini. Termasuk ahli mekanik kendaraan. Guna mengetahui faktor teknis penyebab kecelakaan tunggal ini terjadi.

Iwan mengaku tak ingin mengandalkan satu variabel. Sehingga dia akan mencari bukti selengkap mungkin atas kecelakaan ini. Sehingga kesimpulan kecelakaan tidak bersifat prematur atau tergesa-gesa.

"Seluruh yang ada di TKP akan kami gunakan sebagai petunjuk. Semua yang menurut kami bermanfaat, entah itu pecahan kaca, cat mengelupas, jejak ban, goresan di dinding pembatas (jalan), termasuk keterangan saksi. Akan kami konstruksikan untuk penyidikan saat seluruh yang dimintai keterangan dalam kondisi baik," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#Ditlantas Polda DIJ #Kecelakaan maut Bukit Bego #kecelakaan mau bantul #PO Gandos Abadi #Korlantas Mabes Polri