Dijelaskan, pendistribusian perekam KTP elektronik awalnya hanya dilakukan di enam kapanewon. Keberhasilan program pada tahap awal, mendorong disdukcapil menyediakan alat perekam di seluruh kapanewon. “Sekarang sudah bisa rekam dan cetak KTP el di semua kapanewon. Tinggal setting saja,” bebernya.
Menurut Bambang, pihaknya berharap memberi pelayanan yang lebih mendekat pada masyarakat. Program ini juga mempertimbangkan warga yang kediamannya jauh dari kantor Disdukcapil dan kapanewon setempat. Sehingga dicanangkan, pelayanan perekaman dan cetak KTP elektronik untuk dapat dilakukan di kalurahan. “Ini kami baru mau setting. Jadi nanti tidak harus ke kapanewon. Bahkan bisa dilakukan di rumah kalau memiliki hape android,” ujarnya.
Melalui program ini, diklaim kepadatan warga di disdukcapil berkurang signifikan. Namun Bambang tidak dapat menyebutkan secara pasti persentasenya. “Kinerja di disdukcapil tetap, tapi kepadatannya terkurang signifikan,” sebutnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut positif program yang dicanangkan disdukcapil. Sebab menurutnya, penting bagi pemerintah untuk mendata seluruh warganya. Karena warga yang belum memiliki KTP elektronik menyebar dan di seluruh wilayah. “Disdukcapil yang menjemput bola. Ini akan kami teruskan,” jelasnya.
Ditekankan, hal yang penting dalam proses perekaman KTP elektronik adalah kesadaran masyarakat. Dengan demikian, Pemkab Bantul dapat mengetahui dan mencari solusi.(fat/din) Editor : Editor Content