Simulasi dimulai dari tamu masuk dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap tamu wajib mengenakan masker dan mencuci tangan. Kemudian petugas mengukur suhu badan menggunakan thermo gun. Petugas mengenakan sarung tangan, masker, dan face shield. "Sejauh ini, cukup siap. Tadi ada beberapa evaluasi, pengelola siap menyediakan," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dispar DIJ Rose Sutikno.
Dikatakan, pengelola siap menyediakan tempat sampah model injakan. Sehingga tak perlu buka tutup saat membuang sampah. Untuk musala diminta agar tak menggelar tikar dan saat beribadah wajib mengenakan masker.
"Prasmanan ditiadakan untuk mencegah kerumunan," ungkap Rose. Penyajian dengan cara tersebut digantikan dengan model “piring terbang”. Artinya, makanan diberikan langsung masing-masing tamu di piring.
Menurutnya, kondisi saat ini kebersihan dan keamanan physical distancing menjadi hal utama. Beberapa hal yang perlu diterapkan lagi yakni saat pembayaran. Pembayaran menggunakan sistem non tunai. Via transfer atau payment. "Tidak dianjurkan bayar tunai," katanya.
Dia berharap, simulasi SOP ini dapat dilaksanakan berkelanjutan. Dispar akan terus melakukan pantauan. Hingga tahapan berikutnya pihaknya akan melakukan evaluasi. Jangan sampai terjadi penularan covid-19.
Owner Rumah Makan Muhammad Nur mengatakan, dari segi SOP protokol kesehatan sudah siap. Hanya saja pihaknya akan mengatur kembali bagaimana prasmanan tetap dilakukan sesuai standar kesehatan. "Kami siapkan dulu SOP yang tertib dan disiplin. Kalau sudah baru berani operasional penuh," katanya.(mel/din) Editor : Editor Content