RADAR JOGJA - Sejumlah objek wisata (obwis) di Bantul siap dibuka kembali. Pengelola wisata sudah tak sabar menghidupkan geliat ekonomi lantaran tiga bulan terakhir ini aktivitas lumpuh total. Kendati begitu, berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperketat protokol kesehatan penanganan Covid-19.
"Kami siap sambut new normal," ungkap Pengelola Homestay Tembi Daud Subroto kepada radar jogja, Minggu (22/6). Dikatakan, akhir minggu ini pihaknya mulai menerima tamu. Pihaknya juga menyiapkan apa yang menjadi aturan di dalam norma tatanan baru. Antara lain, penyediaan tempat cuci tangan yang tersebar disejumlah titik. Lalu, juga penyediaan thermogun untuk mendeteksi suhu pengunjung. "Pengunjung yang suhu badannya tinggi, kami laporkan ke Tim Gugus Tugas Percepatan Penenganan Covid-19 Kabupaten," ungkap Daud Minggu (21/6).
Untuk menekan penyebaran Covid-19, pengunjung wajib mengenakan masker. Selain itu juga wajib menjaga jarak. Pembatasan pengunjung akan diberlakukan, Satu ruangan hanya diperbolehkan untuk satu orang. Kecuali keluarga yang memiliki riwayat perjalanan yang sama. Pengunjung juga diwajibkan membawa surat keterangan sehat dan mengisi form riwayat perjalanan. "Penginapan dibatasi, awalnya 120 orang menjadi 60 orang," tutur dia.
Begitu juga protokol pengelola homestay, harus dibekali standar protokol ketat. Memakai sarung tangan, masker dan face shield komplit dengan hand sanitizer. Kendati dibuka, homestay belum mengaktifkan wisata edukasi dan outbond. Dia masih menunggu arahan pemerintah selanjutnya.
Dia berharap, dibukanya pariwisata ini dapat memulihkan kembali perekonomian setelah hampir empat bulan terdampak Covid-19 dan merumahkan sembilan karyawan. Dia menyebut, kerugian selama pandemi mencapai ratusan juta. "Untuk homestay saja pendapatan rata-rata per bulan Rp 40 juta. Musim liburan bisa Rp 100 juta," tuturnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, dalam waktu dekat perekonomian Bantul akan kembali bangkit. Objek wisata yang semula tutup, akan dibuka. Kendati begitu, prosesnya akan dilakukan secara bertahap. Diawali dengan menggelar simulasi. "Perlahan-lahan kami bangkitkan. Mulai pembukaan obwis Pantai Selatan, Pinus, dan lain-lain termasuk pendukung wisata lainnya. Hotel, homestay, restoran dan biro perjalanan," katanya.
Kwin mengajak berbagai pihak dapat bekerjasama saling bersinergi dalam penerapan standar protokol tersebut. Dia juga meminta masyarakat agar tetap menjaga diri menerapkan protokol kesehatan di dalam rumah maupun di tempat umum. (mel/bah)
Editor : Editor Content