Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berdayakan Masyarakat Melalui Potensi Desa

Editor Content • Senin, 16 Desember 2019 | 18:20 WIB
SEMARAK: Masyarakat Desa Ringinharjo saat menggelar upacara dan gelar potensi budaya hari jadi ke-73 Desa Ringinharjo di Lapangan Dwi Sapta, Ringinharjo, Bantul, Bantul, (15/12) ( MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )
SEMARAK: Masyarakat Desa Ringinharjo saat menggelar upacara dan gelar potensi budaya hari jadi ke-73 Desa Ringinharjo di Lapangan Dwi Sapta, Ringinharjo, Bantul, Bantul, (15/12) ( MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA – Memperingati hari jadi ke-73 Desa Ringinharjo, masyarakat menggelar upacara dan gelar potensi budaya di Lapangan Dwi Sapta, Ringinharjo, Kecamatan Bantul, Bantul, Minggu (15/12). Acara tersebut diikuti masyarakat dari enam Padukuhan. Yaitu, Padukuhan Gemahan, Deresan, Gumuk, Soropaten, Mandingan dan Bantul Karang.  Masing-masing padukuhan menunjukan potensi kuliner dalam wujud gunungan.

Ketua Panitia kegiatan Sapto Widodo mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai wujud syukur atas potensi Desa. Sekaligus mempererat rasa persaudaraan masyarakat setempat. Diharapkan masyarakat semakin guyup, rukun, gemah ripah loh jinawi.

 

Sedikit berbeda dari perayaan tahun sebelumnya, perayaan ini digelar lebih sederhana. Namun lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, sesuai potensi wilayahnya. Misalnya, Padukuhan Deresan yang memiliki potensi kuliner jamu dan usaha bordir. Di Padukuhan Gemahan dikenal dengan tempe benguk. Kemudian Bantul Karang dikenal empingnya.  "Mandingan dikenal dengan peyek, Padukuhan Gumuk memiliki potensi kuliner tahu dan lain-lain," ungkapnya Minggu (15/12).

Lurah Desa Ringinharjo Sulistya Admaji menambahkan, dengan bertambahnya usia Desa Ringinharjo, desa akan lebih fokus dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Salah satunya dengan mendorong masyarakat, untuk memberdayakan di setiap bidang. Baik sektor wisata, pertanian, pangan, perikanan dan kuliner. ”Pada 2020 mendatang kita akan buka Desa Wisata di Padukuhan Gemahan. Mudah-mudan bisa berjalan lancar,” ungkap Sulis.

Dengan demikian, dapat dijadikan sumber pemberdayaan masyarakat. Meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan PADes.  ”Sebab PADes masih minim. Masih Rp 100 juta. Sehingga butuh penompang  dengan melakukan inovasi mengolah sumber daya yang ada,” tuturnya.

 

Selain itu, pemberdayaan lainnya dibidang pengolahan sampah.  ”Kebetulan hari jadi ini desa mendapat bantuan gerobak pengangkut sampah. Nah, kedepan ini akan kita maksimalkan. Kita lakukan singkronisi dengan Program Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Kirab potensi budaya menghadirkan kesenian tradisional masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut diakhiri dengan perebutan enam gunungan kuliner dari masing-masing padukuhan. Dan satu gunungan berisi sayuran dari Desa. (mel/pra) Editor : Editor Content
#Bantul