”Bisa jadi pembibitannya terlambat karena cuaca dingin saat malam hari,” ucap Asti mempekirakan penyebab naiknya harga daging ayam potong saat ditemui di lapaknya Senin (16/7).
Seperti ayam potong, harga daging ayam kampong juga melonjak cukup signifikan. Dari kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu menjadi Rp 80 ribu per kg. Menurutnya, melonjaknya harga daging ayam ini memicu pembeli enggan berbelanja.
”Harganya tidak terjangkau,” ucapnya.
Watono, seorang peternak mengakui mendapat keuntungan berlipat dengan melonjaknya harga daging ayam. Sebab, biasanya dia hanya menjual di kisaran Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kg. Kendati begitu, tidak mudah merawat ayam belakangan ini. Tidak sedikit ayam ternaknya mati akibat suhu dingin saat malam hari.
”Dalam 20 hari ada 120 ayam yang mati,” sebut peternak asal Seloharjo, Pundong ini.
Guna menekan angka kerugian, bapak dua ini menyiasatinya dengan memasang terpal di dinding kandang. Itu bertujuan untuk menghalangi angin masuk. Selain itu, juga menggunakan pemanas dengan gas.
”Asupan vitaminnya juga ditambah. Tiga hari sekali juga diberikan asupan air gula,” tambahnya. (ega/zam/mg1) Editor : Editor News