Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bantul Butuh Rp 50 M, Tersedia Rp 18 M

Yogi Isti Pujiaji • Sabtu, 2 Desember 2017 | 05:37 WIB
SUPLAI AIR TERSENDAT: Pipa air PDAM di sisi Jembatan Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul terputus. (zakki mubarok/radar jogja)
SUPLAI AIR TERSENDAT: Pipa air PDAM di sisi Jembatan Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul terputus. (zakki mubarok/radar jogja)

Dana Tak Terduga Tidak Cukup Untuk Biayai Perbaikan Infrastruktur


BANTUL – Pemkab Bantul membutuhkan dana cukup besar untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dwi Daryanto menaksir nilai kerugian mencapai lebih dari Rp 50 miliar. Perhitungan kebutuhan anggaran jauh dari alokasi dana tak terduga yang ada di APBD. Adapun Pemkab Bantul hanya menganggarkan dana Rp 18 miliar untuk penanganan bencana. "Makanya, dana yang tersedia tak sanggup untuk menutup kebutuhan perbaikan semua infrastuktur," ucapnya, Jumat (1/2/2017).

Dwi mencatat, jumlah kerusakan infrastruktur mencapai 211 titik. Meliputi meliputi rumah roboh, talud jebol, jembatan putus, hingga tenggelamnya area persawahan. "Lokasinya tersebar di 51 desa," sebutnya.

Di bagian lain, Dwi mewanti-wanti para nelayan untuk tidak melaut selama badai siklon tropis Dahlia mengancam wilayah pesisir selatan. Badai ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi.

Kepala Kelompok Operasional BMKG DIJ Joko Budiono mengungkapkan, wilayah selatan berpotensi dilalui badai siklon Dahlia pada 1 - 6 Desember. "Ketinggian ombak mencapai 2,6 meter," ucapnya.(zam/yog) Editor : Yogi Isti Pujiaji
#dana tak terduga #Tanah Longsor #Banjir #Bencana #Bantul #BPBD #PDAM