Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ilmu Psikologi Berperan Atasi Konflik Sosial

Editor News • Rabu, 19 April 2017 | 17:07 WIB
Professor Mohamed Seedat saat mengisi Stadium General bertema Psikologi Komunitas dan Perdamaian di Islamic Center Kampus 4 UAD Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (19/4). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
Professor Mohamed Seedat saat mengisi Stadium General bertema Psikologi Komunitas dan Perdamaian di Islamic Center Kampus 4 UAD Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (19/4). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Konflik sosial yang ada di tengah masyarakat kerap merepotkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Ironisnya, konfilk yang terjadi tidak ditanggapi secara baik sehingga membuat konflik semakin meluas. Seperti konflik pembangunan pabrik semen di Rembang Jawa Tengah dan konflik pemilik perkebunan sawit yang ada di Lampung, di Kalimantan, dan Sumatera.

Padahal, untuk mengatasi konflik sosial tidak selalu harus menggunakan pendekatan hukum. Kini, ada pendekatan lain yang dapat digunakan untuk meminimalir konflik dan mewujudkan rekonsiliasi seperti yang teradi di Afrika.

Profesor Institut For Social and Health Science Africa, Mohamed Seedat mengatakan, kehadiran ilmu Psikologi di negaranya bisa menjadi jembatan dalam sebuah rekonsiliasi dan mempengaruhi atau menjadi pertimbangan ketika pemerintah akan membuat kebijakan.

"Ilmu Psikologi memiliki peran sangat penting dalam mencari solusi seperti konflik sosial dan masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat. Sehingga, konflik sosial tidak meluas," kata Seedat dalam acara Stadium General bertema Psikologi Komunitas dan Perdamaian di Islamic Center Kampus 4 UAD Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (19/4).

Selain itu, lanjut Seedat, Psikologi lahir di Afrika tidak lepas dari situasi sosial yang ada di negaranya. Situasi yang dimaksud adalah pelaku usaha/dunia industri banyak yang beranggapan bahwa tenaga kerja dari kulit putih lebih unggul ketimbang dari kulit hitam.

"Sehingga, jabatan-jabatan posisi penting di sebuah perusahaan banyak diisi orang kulit putih. Psikologi lahir untuk menepis anggapan tersebut," papar Seedat.

Stadium General tersebut merupakan bagian dari implementasi MoU antara Fakultas Psikologi UAD dengan Universitas of Sount Africa. MoU bidang penelitian dan kolaborasi kegiatan tersebut dilakukan di Kampus 1 UAD, pada Senin (17/4) lalu. Penandatanganan nota kerjasama dilakukan oleh Rektor UAD Dr Kasiyarno dengan Professor Mohamed Seedat.

"Tujuan kerjasama adalah untuk melahirkan kolaborasi penelitian dan kegiatan akademik UAD khususnya di Fakultas Psikologi," kata Dekan Fakultas Psikologi UAD, Drs Choirul Anam kepada Radar Jogja Online disela-sela acara Stadium General bertema Psikologi Komunitas dan Perdamaian.

Selain stadium general, sebagai tindak lanjut MoU kedua perguruan tinggi ini mengadakan serangkaian kegiatan seperti General Meeting dilanjutkan dan workshop kolaborasi riset dengan tema Pemberdayaan Komunitas Melalui Intervensi Psikolgi, dan diakhiri dengan acara diskusi bertema Intervensi Komunitas yang diikuti mahasiswa Magister Profesi Psikologi.

"Stadiun General dan workshop ini sekaligus untuk menambah wawasan sekaligus melatih mahasiswa menerapkan ilmu psikologi," jelas Choirul.

Choirul menerangkan, Mohamed Seedat adalah profesor di Institut For Social and Health Science dan direktur MRC-UNISA Violence, Injury and Peace Research. Selama diskusi, Seedat memberikan wawasan pengetahuan sesuai keahlian mahasiswa S1 dan S2 Psikologi.

"Harapannya, para mahasiswa dapat mengimplementasikan dalam kegiatan perkuliahan, pengabdian masyarakat, dan penelitian," papar Choirul. (mar/ery) Editor : Editor News
#Rektor UAD Kasiyarno #UAD #Psikologi UAD #Profesor Institut For Social and Health Science Africa #Mohamed Seedat #Universitas of Sount Africa