Padahal, untuk mengatasi konflik sosial tidak selalu harus menggunakan pendekatan hukum. Kini, ada pendekatan lain yang dapat digunakan untuk meminimalir konflik dan mewujudkan rekonsiliasi seperti yang teradi di Afrika.
Profesor Institut For Social and Health Science Africa, Mohamed Seedat mengatakan, kehadiran ilmu Psikologi di negaranya bisa menjadi jembatan dalam sebuah rekonsiliasi dan mempengaruhi atau menjadi pertimbangan ketika pemerintah akan membuat kebijakan.
"Ilmu Psikologi memiliki peran sangat penting dalam mencari solusi seperti konflik sosial dan masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat. Sehingga, konflik sosial tidak meluas," kata Seedat dalam acara Stadium General bertema Psikologi Komunitas dan Perdamaian di Islamic Center Kampus 4 UAD Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (19/4).
Selain itu, lanjut Seedat, Psikologi lahir di Afrika tidak lepas dari situasi sosial yang ada di negaranya. Situasi yang dimaksud adalah pelaku usaha/dunia industri banyak yang beranggapan bahwa tenaga kerja dari kulit putih lebih unggul ketimbang dari kulit hitam.
"Sehingga, jabatan-jabatan posisi penting di sebuah perusahaan banyak diisi orang kulit putih. Psikologi lahir untuk menepis anggapan tersebut," papar Seedat.
Stadium General tersebut merupakan bagian dari implementasi MoU antara Fakultas Psikologi UAD dengan Universitas of Sount Africa. MoU bidang penelitian dan kolaborasi kegiatan tersebut dilakukan di Kampus 1 UAD, pada Senin (17/4) lalu. Penandatanganan nota kerjasama dilakukan oleh Rektor UAD Dr Kasiyarno dengan Professor Mohamed Seedat.
"Tujuan kerjasama adalah untuk melahirkan kolaborasi penelitian dan kegiatan akademik UAD khususnya di Fakultas Psikologi," kata Dekan Fakultas Psikologi UAD, Drs Choirul Anam kepada Radar Jogja Online disela-sela acara Stadium General bertema Psikologi Komunitas dan Perdamaian.
Selain stadium general, sebagai tindak lanjut MoU kedua perguruan tinggi ini mengadakan serangkaian kegiatan seperti General Meeting dilanjutkan dan workshop kolaborasi riset dengan tema Pemberdayaan Komunitas Melalui Intervensi Psikolgi, dan diakhiri dengan acara diskusi bertema Intervensi Komunitas yang diikuti mahasiswa Magister Profesi Psikologi.
"Stadiun General dan workshop ini sekaligus untuk menambah wawasan sekaligus melatih mahasiswa menerapkan ilmu psikologi," jelas Choirul.
Choirul menerangkan, Mohamed Seedat adalah profesor di Institut For Social and Health Science dan direktur MRC-UNISA Violence, Injury and Peace Research. Selama diskusi, Seedat memberikan wawasan pengetahuan sesuai keahlian mahasiswa S1 dan S2 Psikologi.
"Harapannya, para mahasiswa dapat mengimplementasikan dalam kegiatan perkuliahan, pengabdian masyarakat, dan penelitian," papar Choirul. (mar/ery) Editor : Editor News