Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

ORI Telusuri Kasus Puskesmas Dlingo I, Temukan Kesalahan Prosedur

Editor News • Jumat, 3 Februari 2017 | 15:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
RADARJOGJA.CO.ID– Investiasi kasus kematian ibu melahirkan beserta anaknya yang sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Dlingo I, Sabtu (28/1) terus bergulir. Setelah Tim Audit Maternal Perinatal, giliran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ menginvestigasi peristiwa tersebut. Lembaga pemantau pelayanan publik ini menerjunkan dua tim untuk mengumpulkan data lapangan. Mulai di rumah keluarga pasien, puskesmas, hingga dinas kesehatan.

Asisten ORI Perwakilan DIJ Nugroho Andrianto mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi beberapa temuan terkait rendahnya standar pelayanan di Puskesmas Dlingo I. Paling mencolok, petugas puskesmas hanya menyarankan agar pasien memeriksakan diri ke RSUD Panembahan Senopati, guna mendapatkan penanganan medis lebih maksimal. Karena rumah sakit milik Pemkab Bantul itu diangggap memiliki peralatan lebih komplit. Langkah tersebut dianggap keliru karena harusnya petugas menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak RSUD, sehingga pasien tidak berinisiatif sendiri memilih RS Nur Hidayah.

"Seharusnya puskesmas menempuh model rujukan. Agar pasien bisa diantar ambulans plus didampingi tenaga medis. Puskesmas mengakui kekurangan ini. Dinkes, juga tak menampik fakta tersebut," kata Nugroho.

Meski telah mengantongi informasi penting, Nugroho menyatakan masih membutuhkan data tambahan. Khususnya terkait prosedur penanganan medis.

"Setelah itu baru kami telaah," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Bupati Bantul Suharsono telah menegur seluruh pegawai Puskesmas Dlingo I karena dianggap tak memiliki kepedulian terhadap pasien hamil tua. Karena saat itu pasien tak ditawari pinjaman mobil ambulans. Hal ini yang diduga menyebabkan pasien bernama Puji Lestari,20, terlambat mendapatkan perawatan medis di RS Nur Hidayah. Sesampai di rumah sakit di wilayah Jetis itu, dokter setempat menyatakan bayi yang dikandung Puji telah meninggal dunia. Puji juga mengembuskan nafas terakhir beberapa waktu setelah melahirkan janin yang sudah tak bernyawa itu. (zam/dem) Editor : Editor News
#Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ #malpraktek #Pemkab Bantul #Puskesmas Dlingo I