MEMBUMI bagi masyarakat Indonesia, mengukir prestasi di kancah dunia.  Itulah Gojek. Selain makin menjadi andalan dalam urusan transportasi dan transaksi digital di dalam negeri, tahun ini Gojek ditahbiskan sebagai perusahaan yang dinilai berhasil mengubah dunia. Perusahaan besutan Nadiem Makarim itu kembali masuk daftar “Change the World” 2019 versi Majalah Fortune pada 21 Agustus lalu.

Tak tanggung-tanggung, peringkat Gojek naik 17 tingkat dibanding tahun lalu. Berkat inovasi GoPay, Gojek berhasil menempati posisi ke-11. Itu lantaran GoPay dinilai berhasil membantu mempercepat inklusi finansial dan ekonomi digital di Indonesia.

CEO Global dan Pendiri Gojek Nadiem Makarim mengatakan, Gojek hadir memang untuk menjawab segala tantangan sehari-hari. Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. “Khususnya bagi semua pihak di dalam ekosistem kami,” ujarnya Jumat (23/8).

Gojek tak hanya memberikan fasilitas transaksi non tunai bagi konsumen. Tapi juga menawarkan kemudahan dalam pembayaran. Sekaligus membantu merchant mengembangkan bisnisnya. “GoPay telah membuktikan bahwa #PastiAdaJalan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik,” tegas Nadiem.

Sebagaimana diketahui, pembayaran non tunai saat ini sudah dapat dinikmati berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Kini transaksi non tunai dapat dengan mudah dilakukan melalui telepon genggam yang dilengkapi kamera. Cukup  dengan memindai kode QR. Hal ini merupakan sesuatu yang mungkin tak pernah terbayangkan 10 tahun lalu.

Lahirnya GoPay pada 2016 sebagai bagian dari ekosistem Gojek awalnya hanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mitra driver dan pengguna transaksi non tunai. Tapi saat ini layanan GoPay kian berkembang dan bisa digunakan untuk bertransaksi di luar jasa layanan Gojek. Sejak saat itu penggunaan GoPay pun melesat. Pertumbuhan itu tak lain dari dukungan banyaknya merchant yang telah bekerja sama dengan GoPay.

CEO GoPay Aldi Haryopratomo mengatakan, saat iniGoPay tetap menjadi pembayaran digital terbesar di Indonesia. Lebih dari 90 persen rekan usaha GoPay adalah pedagang kecil. “Kami tidak hanya mengukur kesuksesan berdasarkan jumlah transaksi. Tapi bagaimana kami dapat menciptakan dampak di lapisan bawah masyarakat tersebut di tingkat dunia,” ungkapnya.

Terbukti GoPay berhasil mendorong perekonomian digital Indonesia. Dengan memperluas akses finansial bagi jutaan masyarakat Indonesia yang 64 persen populasinya belum terjangkau produk perbankan.

“Strategi GoPay adalah membangun suatu ekosistem bersama dengan para mitra,” tuturnya.

Aldi optimistis, dengan merangkul lebih banyak lagi masyarakat ke dalam sistem keuangan formal, GoPay akan tumbuh bersama dengan para mitra, seperti bank, restoran, ritel, dan banyak lagi.

Konsep ini ibarat terumbu karang.  Semakin banyak ikan dan terumbu karang, maka ekosistem tersebut akan lebih hidup. Artinya, semakin banyak mitra, maka kian banyak pula keluarga yang akan mendapat dukungan dari GoPay.(*/yog)

ADV