RADAR JOGJA – Bantuan Sosial (Bansos) beras sebanyak 960 ton untuk bulan September 2020 mulai disalurkan. Bantuan ini akan diterimakan kepada 30.688 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kulonprogo. Penyaluran bantuan secara dimbolis dilakukan langsung Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana di Gudang Bulog, Kapanewon Wates, Rabu (16/9).

“BansosĀ  beras ini merupakan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai salah satu perluasan kebijakan dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 kepada masyarakat lapis bawah yaitu KPM PKH. Ini juga mendukung Perum Bulog untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional atau penguatan cadangan pangan pemerintah,” kata Fajar.

Ditegaskan, KPM PKH menjadi sasaran Bansos Beras dengan pertimbangan dalam keluarga peserta PKH terdapat anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas yang perlu mendapatkan perlindungan dan pemenuhan nutrisi. Terlebih peserta PKH bukan merupakan sasaran program Bantuan Sosial Sembako (BSS) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan program jaring pengaman sosial yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Kementerian Sosial.

“Program ini menunjukkan bahwa masih ada kepedulian dari Pemerintah terhadap kondisi masyarakat di era pandemi. Semoga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan karena beras ini sebagai makanan pokok. Mari terus kita tingkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama di masa pandemi ini,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kulonprogo, Yohanes Irianta mengatakan, besaran bansos yang diberikan 15 kilogram per KPM selama 3 bulan, terhitung mulai Agustus hingga Oktober 2020. Kendati demikian, penyaluran Agustus digabungkan dengan bulan September karena pertimbangan Covid-19 sehingga masing-masing KPM akan menerima 30 kilogram sekaligus.

“Ada 472 titik droping di Kulonprogo dan langsung diserahkan ke padukuhan yang paling dekat dengan KPM sehingga BGR (Bhanda Ghara Reksa) Logistik sebagai transporter untuk mengantar beras dapat menyiapakan armada dengan memperhitungkan medan,” ucapnya.

Dijelaskan, secara makro setiap hari ada 12 truk yang dikerahkan, untuk target bulan Agustus- September dimulai dari tanggal 17- 27 September 2020, berikutnya satu kali untuk bulan Oktober. Teknis penyaluran bantuan yakni transporter akan mengantar beras dari gudang bulog sampai ke titik bagi (Pedukuhan) kemudian perwakilan KPM melakukan pengambilan beras secara kolektif. “Hal ini untuk memudahkan dan menghindari adanya penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengadaan Perum Bulog Kanwil Jogjakarta, Mulyanta mengungkapkan, penyaluran bansos ini akan meningkatkan kemampuan Perum Bulog dalam menyerap beras atau gabah dari petani. Sehingga, secara tidak langsung dapat menjaga dan meningkatkan kesejahteraan para petani terutama dimasa pandemi.

“Beras yang dipakai adalah beras hasil produksi petani Kulonprogo dan sekitarnya. Adanya uji tanak ini, kami ingin membuktikan bahwa beras bulog layak untuk dikonsumsi dan rasanya enak. Adapun ketersediaan beras di gudang bulog ini stok ada 3.000 ton dan cukup untuk penyaluran sampai bulan Februari mendatang,” ungkapnya. (tom/bah)