RADAR JOGJA – Dua alat tes cepat molekuler (TCM) yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman akan segera digunakan. Saat ini, pihak RSUD Sleman masih menunggu izin operasi untuk bisa menggunakan alat dan mengoperasikan Laboratorium TCM.

Direktur RSUD Sleman, Cahya Purnama menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu turunnya izin untuk bisa menggunakan alat untuk pemeriksaan swab Covid-19. Visitasi juga telah dilakukan minggu lalu dan sudah memenuhi persyaratan. “Reagen juga sudah datang, tinggal menunggu turunnya izin. Direncanakan minggu ini,” kata Cahya Rabu (16/9).

Cahya menambahkan, dua alat TCM nantinya dapat mendeteksi 8 sampel dalam waktu satu jam. Setelah proses deteksi satu jam selesai, TCM masih bisa digunakan untuk mendeteksi sampel yang lain. Dengan demikian, setidaknya ada 192 sampel yang bisa dideteksi dalam kurun waktu 24 jam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menuturkan, alat TCM merupakan pengadaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sleman. Dengan anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp 2,8 Miliar. “Harga alatnya sekitar Rp 575 juta, kemudian ditambah untuk reagen, jadi total sekitar Rp 2,8 Miliar,” kata Joko.

Diletakkan di RSUD Sleman, tambah Joko, dengan pertimbangan dibutuhkannya supervisi dari ahli patologi klinik untuk mengatur alat TCM. Nantinya, sasaran pertama penggunaan alat adalah tenaga kesehatan di RSUD Sleman. Untuk selanjutnya, akan digunakan untuk mendetekai sampel lainnya. “Diharapkan dengan adanya TCM, penanganan Covid-19 di Sleman akan cepat teratasi karena pemeriksaan menjadi lebih cepat,” tambahnya. (eno/bah)