RADAR JOGJA – Masa aktif jabatan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bantul tinggal delapan hari. Suharsono dan Abdul Halim Muslih, cuti di luar tanggungan negara. Karena memasuki tahap kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 2020. Selama cuti, fasilitas serta kewenangan Suharsono dan Halim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan ditarik.

Salah satu yang dikebut Pemkab Bantul adalah penyusunan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul tahun 2020. “Diupayakan perubahan APBD diselesaikan sebelum Bupati dan Wakil Bupati cuti di luar tanggungan negara,” sebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis ditemui di kantornya Rabu (16/9).

Progres pengajuan cuti oleh Suharsono dan Halim sudah sampai tahap Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengusulkan tiga nama calon penjabat pada Mendagri. Kendati sudah bertemu dan bertanya dengan salah satu pejabat pimpinan tinggi pratama di DIJ, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis belum mendapat jawaban. “Pejabat itu mengaku tidak mengetahui siapa yang diusulkan dan tidak mengetahui siapa yang akan disetujui,” ujar Helmi ditemui di kantornya Rabu (16/9).

Namun, Helmi memastikan, 25 September HB X akan melantik penjabat yang ditunjuk oleh Mendagri. Penjabat akan bertugas mulai tanggal 26 September sampai 5 Desember. Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 1/2018 tentang Perubahan Permendagri 74/2016 tentang Cuti Di Luar Tanggungan Negara Bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota. “Penjabat Bupati nantinya diisi oleh pimpinan pertama tingkat Provinsi DIJ,” jelasnya.

Pada acara penyerahan penghargaan kinerja lurah desa dalam rangka Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19, Suharsono selaku Bupati Bantul mengucapkan terima kasih. Namun, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra ini juga menyampaikan persiapannya untuk cuti. “Semua fasilitas akan ditarik,” ujarnya.

Selama 71 hari, Suharsono akan menjalani kampanye dan secara mandiri menyediakan fasilitas pribadi. Seperti kendaraan, pengamanan, dan pembantu. “Pokoknya saya sudah menjadi masyarakat biasa,” sebutnya. Suharsono pun berharap semua unsur pemerintahan di Bantul dapat menjaga netralitasnya. “Tetap menjaga protokol kesehatan. Saya mohon doa restu, semoga kita semua diberi kesehatan, usia panjang, dan kelancaran,” doanya.

Begitu juga dengan Halim mulai melakukan persiapan sebelum cuti. Di mana seluruh hak keuangan dan fasilitas yang diterimanya dari Pemkab Bantul harus dikembalikan. “Yang saya siapkan adalah pengganti ajudan. Saya secara mandiri (juga harus, Red) mengadakan semua fasilitas,” ujarnya.

Dijelaskan, pengambilan cuti guna menghindari penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan aset untuk kampanye. Halim berjanji mengembalikan aset Pemkab Bantul yang digunakannya sebelum tanggal 26 September. “Untuk ajudan nanti partai yang akan mencari,” lontarnya. (cr2/bah)