RADAR JOGJA – Setelah kampus UIN Sunan Kalijaga, kini giliran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang menutup sementara unit pelayanannya. Hal tersebut akibat salah seorang istri pegawai rektorat positif Covid-19.  Untuk antisipasi, sementara waktu pihak UNY lakukan penutupan layanan di kantor rektorat dan dialihkan secara daring. ”Kami putuskan untuk bekerja dari rumah dulu selama tiga hari mulai hari ini (kemarin, Red),” jelas Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (Karo AKK) UNY Setyo Budi Takarina saat dikonfirmasi Selasa  (15/9).

Dijelaskan, penutupan kantor Rektorat UNY tersebut guna sterilisasi “Kalau layanan tetap kami layani secara daring, yang tutup itu hanya kantornya saja. Karena kalau kami masuk, otomatis layanan kan pasti harus jalan. Jadi antisipasi,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini masih tahap penelusuran kontak dari istri pegawai Rektorat UNY tersebut. “Karena tracing-nya kan baru yang bersangkutan ke suami dan keluarganya dulu, hasilnya juga belum ada,” jelasnya.

Ditambahkan, Rektor UNY juga telah mengintruksikan pada Senin (14/9) bahwa semua unit kerja untuk dilakukan penyemprotan kembali. Dikatakan, UNY sering mengadakan kegiatan. Akhir-akhir ini, mahasiswa yang ada di Jogja, Magelang, Purworejo, Klaten, dan lain-lain yang diwisuda mengembalikan toga secara langsung ke kampus. ”Nah, staf kami kan selalu berdekatan dengan itu. Saya juga telah meminta untuk rutin lakukan disinfeksi di ruangan,” ungkap Budi.

Hal serupa diungkapkan oleh, Kabag Kerja Sama dan Humas UNY Indun Probo Utami. Seluruh ruangan yang ada di rektorat dari lantai satu hingga lantai tiga telah disterilisasi. Selanjutnya, melakukan penutupan kantor selama tiga hari dan melayaninya melalui daring. ”Keluarga masih di swab, hasilnya belum keluar. Karena jaga-jaga takutnya ada apa-apa. Makanya, UNY menfasilitasi teman-teman yang bersinggungan dengan beliau untuk rapid diagnostic test (RDT) dan melakukan penyemprotan ruangan,” jelasnya. (cr1/bah)