RADAR JOGJA – Lakukan modernisasi, Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman akan luncurkan anjungan mandiri donor darah bagi pendonor pada Sabtu (19/9) mendatang. Alat tersebut, akan membantu mempermudah pencetakan data pendonor.

Ketua PMI Sleman Sunartono menjelaskan, alat yang diinisiasi oleh PMI Sleman adalah yang pertama di wilayah DIJ. Memiliki kelebihan mengurangi kontak pendonor dengan petugas. Mempercepat waktu donor karena data yang diperlukan untuk donor darah, akan bisa langsung dicetak saat kartu di-scan. “Yang pasti akan lebih mempercepat waktu pengisian data seperti nama, alamat dan data dasar lainnya,” kata Nartono Selasa (15/9).

Selain itu, kartu pendonor akan terhubung dengan database milik PMI Sleman. Yang mana akan memudahkan pendonor untuk mengetahui jadwal donor. Jika belum memasuki masa donor, pendonor akan otomatis ditolak. “Serta bisa mendeteksi lebih awal terkait pendonor reaktif virus HIV, sipilis, hepatitis B dan C,” kata Sunartono.

Setiap pendonor, tambah Sunartono, akan dilakukan screening saat pengambilan darah. Darah yang diambil di kantong besar, akan menunggu darah sampel yang telah di-screening. Jika sampel darah menunjukkan reaktif dari empat virus yang ada, maka darah tidak akan dipakai dan pendonor tidak bisa melakukan donor selanjutnya. “Meskipun bulan pertama lolos, belum tentu darah dipakai. Jika nanti di bulan kedua dia terjangkit, maka saat donor berikutnya pendonor akan ditolak saat kartu di-scan. Karena sudah tersistem,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-75 PMI Sleman Sugeng Budi Setya Purnomo menuturkan, peluncuran anjungan mandiri donor darah bertepatan dengan donor darah masal di GOR Pangukan, Tridadi. Untuk selanjutnya, mesin anjungan mandiri donor darah akan digunakan secara mobile sesuai kebutuhan.

Sampai saat ini, sudah ada 1.125 pemegang kartu donor di Sleman. Dengan jumlah tersebut dan adanya pendonor lain, meskipun di masa pandemi, PMI Sleman masih mampu melayani hingga 90 persen dari permintaan darah. “Misalnya dua minggu lalu permintaan 500 kantong, PMI Sleman mampu melayani 450 kantong. Dan per bulan, mampu melayani 1.000-1.200 kantong,” kata Sugeng.

Selain itu, pihaknya juga akan membagikan 3.000 masker sebagai rangkaian HUT PMI ke-75. Kepada masyarakat, pendonor, relawan hingga instansi pemerintahan. (eno/bah)