RADAR JOGJA – Meski ditemukan satu pedagang sayur tekonfirmasi positif Covid-19, Pasar Beringharjo sisi timur hanya libur sehari. Hari ini (16/9) direncanakan sudah kembali buka. Setelah dilakukan sterilisasi maksimum di area pasar Beringharjo timur lantai 1 dan 2.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan khusus pasar Beringharjo timur tutup selama satu hari full Selasa (15/9). Meskipun, penyemprotan disinfektan telah rutin dilakukan di 30 pasar sekaligus. “Hari ini tutup besok (hari ini) kami buka, mudah-mudahan tidak ada penambahan (kasus positif). Kalau ada, kami evaluasi laporkan ke gugus untuk mengetahui langkah yang harus ditempuh,” katanya disela penyemprotan pasar Selasa (15/9).

SEMPROT MAKSIMUM: Damkar Kota Jogja menyemprotkan cairan disinfektan di areal Pasar Bringharjo, Jogja,(15/9). Penyemprotan dilakukan secara maksimum setelah diketahui ada pedagang yang positif terkonfirmasi Covid-19.(Elang Kharisma Dewangga / Radar Jogja)

Yunianto menjelaskan sebanyak 18 pedagang yang berdekatan dan kontak erat dengan pedagang yang positif sudah dilakukan tracing. Dan masih menunggu hasil. Sejauh ini baru pedagang yang dilakukan tracing. Pun pedagang yang berdekatan kanan kirinya sudah dianjurkan untuk meliburkan diri. Agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Anjuran agar tidak berjualan selama kondisi tidak fit atau sakit juga sering disosialisasikan kepada para pedagang. “Penjual sayuran itu sebenarnya sudah tertib baik, ketika dia bersentuhan itu mungkin belum positif mestinya. Karena ketika sakit sudah mengisolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit karena punya penyakit bawaan,” jelasnya.

Imbuhnya, sejauh ini upaya penegakan protokol kesehatan Covid-19 di pasar Beringharjo timur khususnya sudah dijalankan sangat ketat sesuai Perwal Kota Jogja 51/2020. Mulai dari mewajibkan pedagang maupun pembeli memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Selain itu, memberikan batasan physical distancing dengan tali rafia di setiap lapak pedagang. Adanya titik berdiri maupun alur pengunjung satu arah. Serta pembatasan jam operasional pasar tradisional. Ternyata, hal tersebut tidak bisa 100 persen menjamin pencegahan penyebaran Covid-19. “Tapi harus ada kesadaran dari para pedagang saat melakukan interaksi di masyarakat maupun dengan para pembeli,” terangnya yang menyebut  pemasok barang yang masuk ke pasar dari awal juga harus membawa surat keterangan sehat terutama dari daerah-daerah zona merah.

Ketua Paguyuban Pedagang Ayem Tentrem Pasar Beringharjo Timur lantai 2 Harno mengatakan, pedagang terkonfirmasi positif berusia sekitar 60 tahun itu tertib dalam penegakan protokol kesehatannya. “Kalau di sini salat saja pulang nggak mau di Musola sini. Bawa bekal nasi dari rumah. Ibunya itu tertib sekali,” katanya.

Dia menduga yang bersangkutan belum tentu tertular Covid-19 di lingkungan pasar. Karena, menurutnya perempuan 60 tahun tersebut sering melakukan riwayat perjalanan ke luar kota. “Sebelum kena Covid-19 bilang ke saya kalau banyak undangan manten atau njagong ke luar daerah,” ujarnya.

Humas Paguyuban Pedagang Ayem Tentrem Pasar Beringharjo Timur lantai 2, Ida Chabibah menambahkan yang bersangkutan sudah lama libur tidak berjualan di pasar karena sakit dan rawat inap di rumah sakit karena asam lambung kurang lebih selama 5 hari. “Selang beberapa hari, katanya ngeluh dadanya sakit, lalu diperiksakan ke RS Jogja kok sakit infeksi saluran pernapasan. Setelah dites ternyata Covid-19,” jelasnya.

Mendengar kabar terkonfirmasi positif, sekitar lima pedagang yang berada dekat dengan lapak pedagang positif itu melakukan rapid tes mandiri dengan hasil non reaktif seluruhnya. Dengan kasus tersebut, ia dan pedagang lain harus lebih waspada dan berhati-hati. “Dan tetap nenangin kanan kiri kami dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambahnya. (wia/pra)