RADAR JOGJA – Sebanyak 32 anggota DPRD DIJ menjalani tes swab, Sabtu lalu (12/9). Hasilnya, empat orang dinyatakan positif Covid-19. Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana menjelaskan, kondisi empat anggota dewan tersebut asimptomatik atau tidak bergejala. Kini mereka menjalani isolasi dan dilakukan tracing ke keluarganya.

“Saya tekankan, positif Covid-19 bukanlah sebuah aib dan bukan kesalahan. Ini bisa menimpa siapa saja,” jelas Huda, Rabu (16/9).

“Tiga orang staf setwan di-rapid test hasilnya reaktif, namun setelah di-swab hasilnya negatif,“ lanjutnya.

Mulai hari ini (16/9) kantor DPRD DIJ disterilisasi hingga Jumat (18/9). Akan kembali aktif Senin (22/9). Seluruh agenda akan dilakukan secara daring.

“Penerimaan tamu kami tunda, termasuk hari ini ada demonstrasi, tidak bisa kami terima dulu,” kata Huda.

Atas temuan tersebut, Ketua DPW Partai Amanat Nasional DIJ Nazaruddin menyebut DPRD DIJ berpotensi menjadi klaster Covid-19 baru.

“Itu pun belum semua anggota dewan menjalani test swab. Masih cukup banyak yang belum mau melakukan tes swab,” ujarnya.

Menurutnya, kantor DPRD DIJ perlu disterilisasi selama 14 hari. Selain itu anggota dewan harus terbuka terkait informasi kontak dengan orang lain. Dia juga berharap langkah yang sama juga diterapkan di DPRD di kota dan kabupaten di DIJ. Sebelum empat kasus ini, seorang anggota DRPD Bantul juga dinyatakan Covid-19 pada 24 Agustus lalu.

“Mereka harus menyadari bahwa aktivitas mereka di samping berinteraksi dengan rekan kerja, staf, dan keluarga, mereka juga berinteraksi dengan orang-orang partainya dan konstituennya. Jangan sampai mereka menjadi perantara penyebaran yang lebih luas,” ujarnya. (sky/tif)