RADAR JOGJA – Bupati Kulonprogo Sutedjo menambahkan, Pemkab Kulonprogo dan YIA perlu bersinergi mengenalkan dan membangkitkan pariwisata di Kulonprogo khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Meskipun kondisinya masih pandemi, semua pihak harus ikut berpikir, menjalankan tatanan hidup baru tanpa harus menanggalkan pertumbuhan ekonomi.

“Semua harus memiliki kepedulian dalam menerapkan tatanan baru akibat adanya pandemi Covid 19 yang juga berimbas pada sektor pariwisata. Pentas seni dengan tetap mengindahkan prokes digelar agar geliat pariwisata kembali terasa dan ekonomi masyarakat kembali pulih,” ucap Sutedjo saat membuka Gumregah Wisata Nusantara  yang diselenggarakan Pariwisata Indonesia (Parwindo) dengan Angkasa Pura I (AP 1) dan Dinas Pariwisata Kulonprogo, di kawasan Tugu Malioboro YIA, Selasa (15/9).

Menurutnya, pandemi Covid-19 seperti saat ini siapa pun tidak ada yang bisa memberikan garansi terhadap kesehatan dan keamanan masyarakat. Di sisi lain destinasi wisata dan pelaku wisata sudah berbulan-bulan tidak dapat beraktivitas, seperti biasa boleh dikatakan ikut terpuruk.

“Pandemi Covid-19 telah memunculkan kebiasaan baru di masyarakat, yakni harus jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan dan keamanan, termasuk dalam mengelola objek wisata,” ujarnya.

Ketua Panitia Gumregah Wisata Nusantara Bowo Umamiring mengungkapkan, gelaran kali ini bertujuan memperkenalkan wisata di Kulonprogo yang terimbas langsung pandemi. Bekerjasama dengan PT AP I dan UMKM Kulonprogo gelaran, juga diselingi bazar ekonomi kreatif sekaligus mensosialisasikan wisata Kulonprogo kepada para pelaku wisata dari luar daerah Kulonprogo.

“Acara ini untuk mengeksplor Kulonprogo, mereka yang hadir hampir dari seluruh Nusantara. Kami mengajak teman-teman dari luar daerah untuk datang menikmati dan mengetahui Kulonprogo memiliki potensi yang luar biasa,” ungkapnya.

Airport Komersial Senior Manajer YIA Abdul Rokhim menyatakan, Gumregah Wisata Nusantara baru kali pertama digelar di YIA. YIA sebagai bandara kebanggaan warga Kulonprogo juga diapresiasi presiden saat peresmian bandara ini beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi menyampaikan karakteristik Jogjakarta sudah tercerminkan di YIA.

“Sedikitnya 32 seniman DIJ dilibatkan untuk menghias gate keberangkatan. Semua gate ada ornamen Kulonprogo dan Jogjakarta. Semoga kegiatan kali ini dapat menjadi embrio atau cikal bakal bagi pelaku usaha maupun wisata di Kulonprogo untuk bisa mengoptimalkan YIA,” ujarnya. (tom/laz)