RADAR JOGJA – Pemprov DKI Jakarta yang kembali mengetatkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai kemarin (14/9), berimbas banyak warga ibu kota dan perantau dari daerah panik dan mempercepat perjalanan. Hal itu terpantau di Yogyakarta International Airport (YIA) Temon Kulonprogo.

BIKIN PANIK: Jumlah penumpang pesawat di YIA Kulonprogo tujuan dari dan ke Jakarta meningkat sebelum pengetatan PSBB.( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA )

Jumlah penumpang pesawat yang turun dan atau berangkat dari YIA dengan tujuan Jakarta terpantau meningkat sejak Sabtu (12/9). Perantau yang bekerja di Jakarta banyak yang memilih pulang kampung, dan sebaliknya warga ibu kota yang tengah liburan di Jogjakarta memilih mempercepat liburan dan memilih segera pulang sebelum akses ke dan dari Jakarta sulit.

“Saya asli Jogja dan bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Informasinya PSBB diberlakukan kembali di Jakarta, maka saya memustuskan pulang, takut tidak bisa pulang, terlebih perkantoran juga off dan karyawan diminta work from home,” kata salah seorang penumpang di YIA, Dian Septi, warga Jogjakarta.

Pengakuan serupa diungkapkan Asri Saragi, warga Depok, Jawa Barat. Sebetunya ia masih ingin berlama-lama di Jogjakarta. Selain berlibur juga untuk menemui saudara di Kota Gudeg ini. Namun setelah mendengar ada pengetatan PSBB di DKI Jakarta, ia langsung memutuskan pulang lebih cepat.

“Saya asli Depok, terus terang saya belum tahu kondisi di Depok. Yang jelas saya ingin pulang saja dulu, takut sulit aksesnya kalau pulang nanti-nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, rute penerbangan terbanyak di YIA saat ini yakni rute YIA-CGK (Cengkareng Jakarta), disusul YIA-BPN (Balikpapan), kemudian Banjarmasin, dan Denpasar. Sementara untuk penerbangan internasional baru melayani rute Malaysia sebanyak dua kali dalam sepekan.

Sejak diterbitkannya SE Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Rata-rata pemudik yang mengakses YIA yakni pedagang, pekerja di sektor informal dan mahasiswa.

Pergerakan Bus dari Jakarta Masih Landai

LENGANG: Calon penumpang berjalan di Jalur keberangkatan Terminal Giwangan, Umbulharjo, Jogja, (14/9). Diberlakukannya PSBB kembali di Jakarta tidak membuat rute Jakarta-Jogja berhenti masuk terminal.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Berbeda dengan penumpang pesawat, kebijakan PSBB di Jakarta tidak terlalu berdampak signifikan hingga wilayah terhadap jumlah penumpang yang datang dari Jakarta melalui Terminal Giwangan Jogja. Pengelola Administrasi Perkantoran Satuan Pelayanan UPT Terminal Giwangan Jogja Aji Fajar mengatakan, secara global memang terdapat kenaikan jumlah kedatangan bus.  “Tapi kalau untuk detail dari Jakarta masih sama, artinya masih landai,” katanya Senin (14/9).

Ia menjelaskan, jumlah kedatangan bus secara global ke terminal pada pekan terakhir, Minggu (13/9) kurang lebih tiga ribu armada bus dan keberangkatan bus kurang lebih lima ribu armada. Kenaikan kedatangan secara global sekitar 1.000 armasa bus. “Untuk produksi angkutan di Terminal Giwangan kondisi saat ini bus-bus yang beroperasi kurang lebih baru 50 persen dari hari biasa sebelum pandemi,” ujarnya.

Meski demikian, masih ada beberapa kedatangan bus dari Jakarta masuk ke terminal Giwangan, Senin (14/9). Berdasarkan pengalaman penerapan PSBB sebelumnya, ada armada yang diberikan izin khusus untuk beroperasi ke Jakarta. “Tapi harus dengan syarat dan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

LENGANG: Calon penumpang berjalan di Jalur keberangkatan Terminal Giwangan, Umbulharjo, Jogja, (14/9). Diberlakukannya PSBB kembali di Jakarta tidak membuat rute Jakarta-Jogja berhenti masuk terminal.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, pemantauan terus dilakukan sesuai wilayah hukumnya. Terutama di beberapa tempat khusus parkir (TKP) milik Pemkot Jogja. Meski pemantauan sudah rutin dilakukan sejak masa adaptasi kebiasaan baru.

“Kalau untuk TKP dan tempat parkir kita masih landai pantauannya. Akhir pekan cenderung peningkatan karena faktor wisatawan,” katanya yang menyebut pantauannya sekaligus untuk mengawasi protokol kesehatan.

Pemantauan arus lalu lintas dan pengawasan protokol kesehatan di TKP dilakukan rutin setiap jari. Mulai dari shift pagi sampai dengan malam. Menurutnya, sejauh ini masih terpantau landai peningkatan pergerakan kendaraan luar daerah atau luar Jogja. “Jika ada ketentuan pembatasan, ya nanti kami laksanakan,” tandasnya. (tom/wia/laz)