RADAR JOGJA – Munculnya satu kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Pasar Beringharjo direspon dengan penutupan los pedagang sayur sisi timur. Seluruh pedagang di gedung tersebut diminta libur selama sehari.

Satgas Covid-19 Kota Jogja juga melakukan disinfeksi lingkungan. Mengerahkan satu unit kendaraan milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja. Disinfeksi menyasar lantai 1 hingga lantai 3 gedung timur Pasar Beringharjo.

“Kami gerak cepat dengan penyemprotan disinfektan. Kalau secara rutin sebenarnya sudah. Tapi agar hasil lebih maksimal sehingga dilakukan secara masif,” jelas Kepala Disperindag Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono ditemui di Pasar Beringharjo sisi timur, Selasa siang (15/9).

Upaya medis berlanjut dengan tracing kasus. Menyasar kontak erat pasien awal positif Covid-19. Tindakan medis ini turut melibatkan Puskemas Gondomanan. Hasilnya ada 18 pedagang yang melakukan kontak erat terhadap pasien awal.
Yunianto memastikan upaya tracing masih berlanjut. Langkah ini guna membatasi atau meminimalisir persebaran kasus Covid-19. Terutama di lingkungan Pasar Beringharjo.

“Tracing masih jalan kepada kontak erat pedagang. Pedagang ini warga (Kecamatan) Pakualaman. Tentu wilayah tinggal bisa lakukan kerjasama untuk tracing di lingkungan agar kasus tak melebar,” katanya.

Yunianto turut menceritakan pasien awal, selain berusia sepuh juga memiliki riwayat sakit. Bahkan sempat menjalani rawat medis di rumah sakit. Hingga akhirnya menjalani rapid diagnostic test (RDT) dengan hasil reaktif.

“Sakit sejak lama, lalu masuk RSUD lanjut rapid, reaktif dan swab dinyatakan positif Minggu kemarin (13/9). Senin (14/9) dapat informasi dan langsung gerak cepat. Hasil pemetaan awal ada 18 orang kontak erat,” ujarnya.

Mantan Kepala UPT Taman Pintar Jogja ini memastikan penutupan hanya berlangsung sehari. Walau begitu dia tak menampik adanya kebijakan lanjutan. Terlebih jika kasus di Pasar Beringharjo ini terus berkembang.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan lintas instansi Pemkot Jogja. Terutama untuk memastikan hasil tracing kontak erat. Apabila terjadi penularan maka berlanjut dengan kebijakan evaluatif.

“Hari ini tutup, besok (16/9) buka. Kalau toh ada hal-hal yang perlu dievaluasi maka ada pembahasan. Kami lihat kalau harus tutup nunggu perkembangan tracing,” katanya.

Disinggung tentang efektivitas protokol Covid-19, Yunianto menjamin seluruh pedagang dan pembeli wajib mencuci tangan. Lalu menggunakan masker dan menjaga jarak. Diwajibkan pula mengisi data diri melalui QR Code.
Radar Jogja sempat melihat penerapan kebijakan ini. Untuk QR Code belum disentuh oleh pengunjung. Bahkan tak ada petugas yang mengarahkan. Lalu pedagang yang bersebelahan dengan lapak pasien positif juga masih berjualan.

“QR code sudah jalan. Kalau yang tetangga lapak tidak jualan. Semua libur dulu. Karantina mandiri agar tidak berjualan,” kilahnya.

Pasca munculnya kasus, Yunianto berjanji mendisiplinkan protokol Covid-19. Tak hanya oleh pedagang tapi juga pembeli dan juga jajaran dibawahnya. Selain itu juga ada disinfeksi secara rutin di 30 pasar tradisional wilayah Kota Jogja.

“Kalau tidak pakai makser kami suruh pulang. Pemasok barang terutama dari zona merah wajib bawa surat sehat. Kalau penyemprotan disinfektan sudah rutin di 30 pasar. Masing-masing sudah punya alatnya,” katanya. (dwi/tif)