RADAR JOGJA – Kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DIJ masih sangat kurang. Apalagi setiap tahunnya ada ASN yang pension. Tahun ini sudah dihitung ada sekitar 800 ASN Pemprov DIJ yang akan pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Amin Purwani menjelaskan, untuk tahun ini ada sekitar 800 ASN yang memasuki masa pensiun. “Dari mulai pelaksana, pengawas, administrator, sampai JPT termasuk fungsional,” katanya usai pelantikan 126 eselon II dan III di lingkup Pemprov DIJ. Pelantikan digelar di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan Senin (14/9).

Amin menambahkan, Pemprov DIJ masih mengalami kekurangan pegawai. Jumlahnya mencapai ribuan. Mayoritas adalah guru dan perawat. Untuk mengisi kekosongan pihaknya telah merekrut sekitar 3.000 tenaga bantu (naban).

Sedangkan dari hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 sendiri BKD DIJ bisa merekrut sekitar 718 pegawai. “Itu kalau nanti teregistrasi semua ya,” katanya.

Sementara itu, pelantikan 126 eselon II dan III di lingkup Pemprov DIJ dilakukan oleh Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X. Dia yang melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 34 pejabat administrator dan 92 pejabat pengawas. Mereka telah mengalami rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan. Amin berharap agar pejabat yang dilantik  bisa bekerja lebih baik. “Rotasi ada mutasi  internal maupun antar OPD, harapannya semua bisa bekerja lebih baik,” jelasnya.

Pelantikan ini diharapkan dapat mengisi keterkosongan jabatan. Pelantikan digelar di empat titik lokasi untuk menjaga penerapan protokol kesehatan. “Pracimaeono 13 peserta, Radyo Suyoso 43 dan unit 9 dan 8 masing-masing 30 unit peserta,” katanya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, hampir semua jabatan yang kosong sampai bulan Agustus ini terisi seluruhnya. Dia berharap kinerja lembaga menjadi lebih optimal semenjak ada pelantikan ini.

“Harapannya membuat kelembagaan menjadi lemgkap sehingga hambatan-hambatan pekerjaan bisa lebih dikurangi. Capaian kinerja juga jadi lebih baik,” tutur mantan Kapala Disdikpora DIJ itu. (tor/pra)