RADAR JOGJA – Setelah didapati satu pegawai Pengadilan Negeri (PN) Sleman positif Covid-19, empat pegawai lain melakukan swab test. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien yang bersangkutan.

“Hari ini ada empat orang yang sedang melakukan swab test di Puskesmas Sleman. Mereka yang sehari-hari bekerja dan kontak langsung dengan beliau. Kami sedang menunggu hasilnya,” kata Humas PN Sleman Rosihan Juhriah Rangkuti Senin (14/9).

Dia menjelaskan, pada Senin (7/9) pihaknya telah berinisiatif mengadakan rapid test (RDT) bagi seluruh ASN di PN Sleman. “Dari hasil RDT itu dinyatakan ada 9 orang reaktif, kemudian dilakukan swab test. Jumat kemarin keluar hasilnya, ternyata dari sembilan orang itu ada satu yang terkonfirmasi positif,” tambahnya.

Langkah lebih lanjut PN Sleman kemudian mengadakan pertemuan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman. Yang kemudian dijelaskan terkait tindakan yang harus diambil PN Sleman setelah hal itu terjadi.

Dikatakan, pihaknya juga telah mengambil tindakan dengan mengeluarkan surat keputusan terkait penghentian sementara Kegiatan Perkantoran Sementara dan PTSP Sementara Kecuali untuk Pelayanan yang Sifatnya Urgent dan Mendesak Selama Pencegahan Penyebaran Covid-19. “Hari ini sudah berlaku hingga 18 September,” lanjutnya.

Rosihan mengatakan, kegiatan sidang juga dihentikan kecuali sidang yang mendesak, misalnya yang tahanannya harus habis pada minggu ini. “Tapi kalau masih bisa penahanannya diperpanjang, kami akan perpanjang,” sebutnya.

Dia menambahkan, untuk hari ini (kemarin, Red) tidak ada sidang mendesak. “Kami sudah melihat jadwalnya dan sudah direkap tadi. Semua persidangan sudah kami mundurkan. Hingga Jumat kegiatan akan kami batasi tetapi untuk karyawan tetap bekerja dari rumah, WfH,” jelas dia.

Selanjutnya, pihaknya masih akan menunggu hasil swab test dari empat pegawai itu. “Supaya kami bisa mengambil kebijakan selanjutnya. Untuk sekarang kami lakukan pembersihan terlebih dahulu di lingkungan PN Sleman. Sehingga kalau yang empat ini juga bersih atau tidak positif, kami akan buka kembali,” ujar Rosihan.

Menurut keterangan Rosihan, satu pegawai yang terkonfirmasi positif itu dari bagian kepegawaian dan bidang tersebut tidak berhubungan langsung dengan masyarakat. Dia mengatakan, tempat tinggalnya juga bukan di Sleman, melainkan di wilayah Kota Jogja.

“Kalau prediksi kami sumber penularannya tidak dari PN sendiri, tapi dari luar. Bukan aktivitas di dalam kantor, mungkin dari luar ya. Karena semuanya tidak ada yang positif setelah dilakukukan tes,”  ungkapnya. (cr1/laz)