RADAR JOGJA – Polresta Jogjakarta berhasil meringkus RSP alias Ringgo yang terlibat dalam kasus pembegalan di Jalan Pandeyan, Umbulharjo, Kota Joga, 3 Juni lalu. Tiga rekan Ringgo masih dalam pelarian dan seluruhnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasatreskrim Polresta Jogja AKP Riko Sanjaya mengatakan, kronologi bermula ketika pelapor pergi keluar indekost untuk mencari makan di daerah XT Square. Sesampainya di perempatan Babaran korban yang sedang mengendarai sepeda motor dipepet dua orang pelaku yang sedang berboncengan dengan menggunakan motor matik.

“Kemudian pelapor reflek mau putar balik tetapi saat mutar balik ada dua orang berboncengan menghadang dengan mengayunkan pedang ke korban,” paparnya.

Serangan itu melukai bagian punggung sebelah kanan, serta mengakibatkan korban terjatuh dari motornya. Korban pun lari menyelamatkan diri ke arah utara menuju simpang empat Babaran dan berteriak minta tolong.

“Kemudian warga yang ada di warung burjo keluar dan membantu korban mengejar terlapor yang telah membawa sepeda motor korban ke arah selatan. Tetapi tidak berhasil ditemukan,” tambahnya.

Aksi begal ini terekam CCTV yang juga menjadi petunjuk bagi Tim Resmob Polresta Jogja untuk membekuk tersangka. Petugas mendapati kendaraan yang identik dengan sepeda motor korban di wilayah Wirosaban. Namun, si pengguna kendaraan terlanjur kabur. Pihaknya membawa sepeda motor tersebut dan  kembali melakukan penelusuran.

Pada 6 September sekitar pukul 08.30, satu dari empat tersangka yakni Ringgo berhasil dibekuk di Sosrodipuran, Gedongtengen, beserta barang bukti. Yakni satu helm, sajam jenis golok yang digunakan untuk membacok korban, dan jaket berwarna hitam. “Pencurian dengan kekerasan itu dilakukan bersama tiga temannya yaitu Rangga, Bintang dan Anggata. Mereka lari, satu orang di Lampung, dua orang di Bekasi,” paparnya.

Dari pengakuan Ringgo, kendaraan milik korban dijual di daerah Tanjungtirto, Berbah, Sleman, seharga Rp. 2 juta. Hasil penjualan itu dibagi kepada empat pelaku sehingga keuntungan yang didapat masing-masing tersangaka adalah Rp. 500 ribu.

“Setelah melakukan aksi, rombongan melakukan cincang motor atau motor dipreteli dan dijual ke rosokan. Pelat mesin dijual ke rangkaian penadah. Yang bawa rosok ini ada di Sukoharjo penadahnya lari diduga di Sukoharjo,” tuturnya.

Ringgo sendiri adalah seorang residivis atas kasus serupa. Aksi kriminal itu dilakukan sekitar lima tahun lalu. Pelaku sempat menjalani hukuman  13 bulan penjara. “Aksinya dilakukan di daerah Danurejan,”  jelasnya. (tor/laz)