RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Bantul masih menunggu perkembangan wacana kewajiban menjalani rapid test maupun uji swab bagi Petugas Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 27 Desember mendatang. Plt Asisten Sekretaris Daerah (Asek) I Pemkab Bantul Hermawan Setiaji memperkirakan pertengahan Desember baru dapat dipastikan perlu rapid test atau tidak.

Desember mendatang Pemkab Bantul juga disediakan satu unit mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) senilai Rp 3,5 miliar. Dilengkapi sejumlah sarana penunjang seperti reagen. Pengadaan mobil PCR dianggarkan dari APBD 2020 Perubahan.

“Kami harap nantinya analisis sampel akan lebih cepat. Karena mobil PCR ini akan langsung mendatangi lokasi untuk uji swab,” jelasnya, Selasa (15/9).

Hermawan menambahkan, sebagai persiapan Pilkades telah dilakukan inventarisasi jumlah PPS untuk Pilkades Serentak mendatang. Terdapat 3.906 PPS untuk 558 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Satu TPS hanya diperbolehkan melayani 500 pemilih. Tiap dusun nantinya tersapat dua atau tiga TPS.

“Tahapan ini akan dilanjutkan usai Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bantul 9 Desember mendatang. Tentunya semua harus tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya. (sky/tif)