RADAR JOGJA – Pasar Cebongan Sleman resmi ditutup selama tiga hari hingga Kamis (17/9). Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya disinfeksi lingkungan pasar. Terlebih setelah munculnya klaster Covid-19 di pasar ini.
Disinfeksi melibatkan Tim Spraying Satgas Covid-19 PMI Sleman. Menyasar seluruh jengkal lapak pedagang. Diutamakan adalah lapak pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 dengan disinfeksi selama tiga hari berturut-turut. Harapannya setelah ini pasar bisa kembali normal dan memberikan rasa aman dan nyaman,” jelas Koordinator Tim Spraying Satgas Covid-19 PMI Sleman Muhammad Eksan ditemui di Pasar Cebongan, Selasa (15/9).

Penyemprotan melibatkan enam personel PMI Sleman. Seluruhnya menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Penyemprotan menyasar lapak dan seluruh bangunan fisik Pasar Cebongan.

Eksan berharap munculnya klaster dapat menjadi pelajaran. Terutama dalam menerapkan protokol Covid-19 secara ketat dan disiplin. Tak hanya oleh pedagang tapi seluruh warga yang kerap hilir mudik di pusat perbelanjaan tradisional.

“Pasar cukup tinggi mobilisasi orangnya. Kalau tidak mematuhi protokol bisa terjadi penyebaran Covid-19. Imbasnya bisa membuat aktivititas pasar resah dan tidak nyaman,” katanya.

Klaster Pasar Cebongan sendiri telah memunculkan 19 kasus. Dari total tersebut enam diantaranya adalah pedagang. Sementara sisanya atau 13 kasus adalah kontak erat keluarga dan lingkungan.

Pasca sterilisasi, Eksan berharap protokol Covid-19 kembali digaungkan. Tak hanya sekadar jargon tapi sebagai pegangan hidup. Khususnya dalam melakoni adaptasi kebiasaan baru.

“Semua kembali ke nol lagi sesuai protokol Covid-19. Harus pertegas jangan menyepelekan. Gunakan masker karena resiko sudah kita lihat. Kuncinya patuh disilpin protokol Covid-19,” ujarnya. (dwi/tif)