RADAR JOGJA – Sebanyak dua orang pedagang di Pasar Cebongan positif Covid-19. Tracing yang telah dilakukan lebih dari satu blok, mengharuskan penutupas pasar dilakukan sejak hari ini (15/9) hingga Kamis (17/9).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, penutupan pasar bukanlah hal mudah yang dilakukan. Hal ini karena, dikhawatirkan masyarakat akan takut kembali lagi ke pasar jika penutupan sudah dilakukan. Meskipun protokol kesehatan di pasar sudah dilakukan secara ketat, pihaknya mengaku tidak bisa memonitor mobilitas pedagang secara menyeluruh. Mengingat dagangan yang ada di Sleman juga banyak didatangkan dari luar Sleman. ”Misalnya sayuran yang didatangkan dari Magelang, sampai dengan bawang dari daerah Pantura,” kata Harda saat ditemui di Pemkab Sleman Senin (14/9).

Menurut Harda, sebelumnya tracing hanya dilakukan pada satu blok pasar. Didapatkan lima orang positif, langkah yang diambil adalah menutup sementara blok tersebut. “Karena hanya satu blok yang kena, jadi sebelumnya pasar tetap buka,” kata Harda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengaku, kejadian kasus positif Covid-19 bermula dari satu penjaga MCK yang diketahui pada Senin (7/9). Kemudian ditambah satu pedagang yang diketahui positif pada Selasa (8/9). Dari kejadian tersebut, Dinkes Sleman sudah melakukan tracing kepada kurang lebih 100 orang. Dengan melakukan tes usap maupun rapid test terhadap pedagang dan keluarga pedagang. “Dari hasil tersebut dinyatakan ada 12 positif. Dan sebelumnya ada tujuh positif,” kata Joko.

Joko menambahkan, saat ini, tracing masih dilakukan. Khususnya dikembangkan dari kasus-kasus positif pedagang dan keluarga. “Sebagian besar yang ketularan keluarga. Pedagang juga ada yang positif,” tambah Joko.

Untuk yang sudah melakukan kontak erat, tambah Joko, sudah dilakukan karantina mandiri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, untuk yang positif sudah dilakukan perawatan di rumah sakit dan shelter Asrama Haji. (eno/bah)