RADAR JOGJA – Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) resmi dibubarkan pada akhir Agustus lalu. Keputusan tersebut diambil sehubungan dengan desakan pemisahan ketiga cabang olahraga tersebut untuk memiliki federasinya masing-masing. Hal itu sesuai dengan aturan dari Federasi Angkat Besi Dunia (IWF).

Salah satu mantan anggota PABBSI, yakni cabang olahraga angkat besi bergerak cepat. Cabor tersebut sudah membentuk pengurus pusat Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI). Rosan Perkasa Roeslani sudah resmi ditunjuk sebagai ketua umum PABSI pusat.

Setelah itu di berbagai daerah juga bergerak untuk membentuk kepengurusan daerah. Pun demikian di DIJ. Belakangan, sosok Nurcholis Suharman sudah diajukan untuk menjadi ketua. Nurcholis akan didampingi Sulasmi sebagai wakil ketua. ”Sementara ini, daftar pengurus memang sudah ada, kami tinggal memenuhi beberapa syarat lain untuk bisa diakui sebagai anggota KONI DIJ,” katanya dalam rapat koordinasi calon-calon pengurus PABSI DIJ di Vens Fitness.

Dalam waktu dekat ini, Nurcholis dan kolega akan melakukan pertemuan lagi dengan sosok-sosok yang akan diberi amanat sebagai pengurus di level kota maupun kabupaten. Hal itu perlu dilakukan agar kepengurusan di level kota dan kabupaten segera terbentuk.

Pembubaran PABBSI ini diharapkan semakin meningkatkan prestasi di tiga cabang olahraga yang sebelumnya ada dalam satu induk organisasi. Di DIJ sendiri, baik cabang olahraga angkat besi, angkat berat, maupun binaraga sebenarnya memiliki potensi yang bagus untuk berbicara banyak di level nasional, bahkan internasional. (kur/pra)