RADAR JOGJA – Lurah Jetis, Kapanewon Saptosari, Agus Susanto terkonfirmasi positif Covid-19. Puluhan pamong langsung menjalani swab masal dan dikarantina. Pelayanan terganggu hingga batas waktu yang belum ditentukan, karena kantor ditutup sementara.

Panewu Saptosari, Djarot Hadi Atmojo mengatakan, informasi positif covid lurah Jetis diperoleh pada akhir pekan lalu. Kemudian seluruh pamong kalurahan menjalani swab masal Senin (14/9). ”Kini kantor kalurahan ditutup sementara,” kata Djarot.

Tidak hanya itu, sebuah klinik yang diduga kuat menjadi klaster baru di wilayah tersebut juga ditutup. Agus merupakan pemilik klinik, dan beberapa pekan lalu warga berobat dinyatakan positif korona. ”Kedua lokasi telah disemprot disinfektan,” ujarnya.

Berapa lama kantor kalurahan ditutup? pihaknya belum bisa menyampaikan karena menunggu hasil swab para pamong. Untuk sementara seluruh pelayanan diampu di kantor kapanewon, dan juga bisa melalui telepon. ”Demi meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Khusus klinik, terpaksa ditutup menyusul tiga orang  tertular. Kemudian tracking terhadap warga positif  sudah dilakukan kepada 95 orang. Klinik dilakukan penutupan sejak Rabu (9/9).

“Kami terus sosialisasikan penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

Langkah ini penting  di tengah maraknya acara hajatan. Agar lebih masif dalam sosialisasi, pihaknya menggandeng koramil dan polsek. Hajatan tidak bisa dilarang namun diimbau supaya menyajikan makanan secara prasmanan. ”Maksimal tamu hanya 10 menit dilokasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. ”Hajatan boleh. Tetapi saat menjamu tamunya dengan mengambil sendiri- sendiri atau prasmanan, itu lebih baik jangan,” kata Immawan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dineks) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, kasus covid belum mereda. Akir pekan lalu muncul enam kasus, kemarin ada tambahan empat kasus.

”Total secara akumulatif sebanyak 217 kasus terkonfirmasi positif Cocid-19,” kata Dewi Irawati.

Sebanyak 23 kasus dalam perawatan dan tercatat sudah tujuh orang meninggal dunia, dan sembuh 187. Kasus meninggal dilaporkan terakhir pada hari Sabtu (12/9/) berjenis kelamin laki-laki berumur 77 tahun, berasal dari Kapanewon Ponjong.

“Pasien meninggal  mendapat perawatan di rumah sakit luar wilayah DIJ, dan memiliki riwayat sakit jantung,” ujarnya. (gun/bah)