RADAR JOGJA – Produksi kopi lokal di Kabupaten Purworejo cukup melimpah. Namun hanya sebagian kecil saja yang diproses dan dijadikan kopi siap saji. Belum banyak warga yang mengkonsumsi kopi-kopi tersebut dan lebih cenderung memanfaatkan kopi pabrikan.

BUDI AGUNG, PURWOREJO,Radar Jogja

Areal parkir Showroom UMKM Purworejo di Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu (12/9) malam, dipenuhi dengan anak muda. Tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mayoritas mereka adalah penggemar kopi. Mereka menikmati seduhan kopi murni dari Purworejo.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari Komunitas Pergerakan Masyarakat Pecinta Kopi Purworejo (Krema Kopi). Dalam kegiatan itu menggratiskan ratusan gelas seduhan kopi murni yang berasal dari pemrosesan kopi di Purworejo. Beberapa merk kopi lokal dilibatkan.

Panitia menyediakan sedikitnya 300 gelas kopi yang bisa dinikmati gratis oleh masyarakat. Tidak butuh waktu lama dari target waktu yang ditentukan untuk menghabiskan target tersebut.”Kesempatan ini kami ingin mengenalkan kopi murni hasil perkebunan masyarakat di Purworejo,” kata seorang pemroses kopi, Bagas Adi Karyanto.

Menurut dia, Purworejo sebagian besar memproduksi kopi jenis robusta dan sebagian arabica. Khusus di kelas Robusta juga memiliki keunggulan karena masih ada kopi lokal yang dibudidayakan.”Kopi robusta lokal itu bijinya lebih kecil. Kalau robusta yang sekarang lebih besar karena pohonnya sudah menggunakan sistem sambung batang,” imbuh Bagas.

Pemroses kopi yang lain, Imam Prayodi mengungkapkan jika kopi yang dikembangkan di Purworejo juga unik. Pembudidayaan tidak mengunakan sistem sejenis, namun tanaman bercampur dengan jenis tanaman yang lain. Nah dari pengembangan itu, memunculkan rasa kopi yang unik. Karena untuk tanaman yang bercampur dengan tanaman lain itu rasanya sudah berbeda. “Dan di Purworejo ini, belum ada yang membudidayakan kopi dalam satu tempat saja,” klaim Imam.

Ketua Krema Kopi Martin menambahkan, jika langkah menggratiskan kopi menjadi tahap awal untuk mengenalkan kopi lokal Purworejo. Kegiatan itu akan dilakukan berjenjang sehingga orang akan familiar dengan kopi dari Purworejo. “Dari kegiatan ini kami akan melakukan evaluasi ke depannya. Harapan kami, kegiatan ini bisa digelar secara rutin, dan orang akan mencari rasa yang sesuai selera mereka dengan beragamnya merk kopi lokal di Purworejo,” kata Martin.

Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Purworejo Didik Prasetya Adi mengakui, keberadaan showroom UMKM memang untuk mengangkat produk dalam daerah. Pihaknya membuka diri bagi para penggiat kopi untuk menggelar kegiatan secara rutin. (pra)