RADAR JOGJA – Lebih dari dua pekan skuad PSS Sleman digeber latihan di Yogyakarta International School (YIS). Sejauh ini kondisi fisik skuad Elang Jawa -julukan PSS- pun mulai mengalami peningkatan. Hanya saja, kondisi fisik tersebut perlu ditingkatkan lagi mengingat kick off Liga 1 semakin dekat.

Karena itu, pekan ini skuad PSS dijadwalkan kembali menjalani tes fisik. Pelatih fisik PSS Danang Suryadi mengatakan bahwa tes fisik tahap kedua dilakukan untuk mengukur kesiapan tim guna menghadapi kompetisi. ”Sebelum masuk masa kompetisi harus dilakukan tes fisik lagi untuk mengetahui seberapa kemajuannya,” katanya.

Kendati sudah memulai latihan sejak akhir Agustus lalu, latihan tersebut belum dihadiri pelatih kepala Dejan Antonic. Sehingga tim pelatih pun hanya bisa berkoordinasi dengan Dejan melalui virtual. ”Kami memang tidak memasang target fisik harus di level berapa, tapi yang penting ada progres menjelang pertandingan,” terang Danang.

Di sisi lain, sejauh ini Laskar Sembada juga urung menggelar uji coba. Sebab, cukup berisiko karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sehingga internal game akan menjadi alternatif terbaik, jika nantinya tim tidak bisa melakukan uji coba.

Sementara itu, dokter tim PSS Elwizan Aminudin menjelaskan bahwa progres fisikal dan kesehatan anak-anak Sleman cukup baik. Yang jelas menurut dokter yang akrab disapa Amin itu skuad PSS siap untuk berkompetisi. “Berdasarkan ritme latihan itu masih intensitas tinggi mungkin pekan-pekan berikutnya mulai turun dan itu akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Hingga kini sesi latihan PSS masih belum lengkap. Selain tanpa kehadiran Dejan, adapula bek asing PSS Aaron Evans dan asisten pelatih Mladen Dodic Doda karena terganjal visa. ”Kalau Irfan Bachdim masih ada addendum di kontrak yang dipelajari. Memang sejatinya ketika pemain profesional maunya ada kepastian hukum dulu,” jelas Direktur Utama PSS Marco Gracia Paulo. “Semoga tim segera bisa lengkap,” imbuhnya. (ard/bah)