RADAR JOGJA – KPU Gunungkidul mengumumkan hasil verifikasi berkas pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati. Karena belum lengkap, penyelenggara Pilkada 2020 merekomendasikan agar segera dilakukan perbaikan.

Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan, hasil  verifikasi berkas pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil telah diserakan kepada tim kemenangan.

“Kekurangan kelengkapan berkas terjadi di semua bapaslon,” kata Andang, saat dihubungi Senin (14/9).

Dia menjelaskan, kekurangan berkas diantaranya, calon menyerahkan ijazah tanpa disertai dengan stempel resmi. Selain itu, ada juga bakal calon  kekurangan kelengkapan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) sesuai dengan ketentuan.

”Layanan penyerahan berkas perbaikan dilaksanakan selama empat hari mulai hari ini (kemarin) hingga  Kamis (16/9),” ujarnya.

Disampaikan Andang, terkait dengan kurangnya SKCK jika  bakal calon merupakan warga Gunungkidul, cukup dikeluarkan dari Polres. Warga luar daerah namun masih dalam lingkup satu provinsi, maka SKCK harus dikeluarkan dari Polda. Sementara bakal calon berasal dari luar provinsi, maka SKCK harus diterbitkan dari Mabes Polri.

“Rata-rata masih dikeluarkan oleh polres. Jadi, harus diperbaiki lagi,” ujarnya.

Menurut dia, diantara bakal calon juga ada juga yang belum melengkapi surat bebas tunggakan pajak atau berkaitan dengan berkas syarat tanda terima telah melaporkan harta kekayaan ke KPK.”Hari pertama belum ada bapaslon yang melakukan penyerahan berkas perbaikan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai hasil tes kesehatan bapaslon, dia memastikan seluruhnya memenuhi syarat. Di dalam tes ini ada tiga unsur meliputi kesehatan jasmani, rohani dan bebas dari penggunaan narkoba.

Sementara itu, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, setelah melakukan perbaikan berkas syarat calon, pihaknya melakukan penelitian ulang. Rencananya penetapan calon dilakukan pada 23 September 2020.

”Sehari setelahnya akan dilakukan pengundian nomor urut pasangan,” ucapnya.

Untuk diketahui ada empat pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Meliputi pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi diusung PDIP, pasangan Sutrisna Wibawa- Mahmud Ardi Widanto, diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Demokrat, dan Gerindra. Pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi diusung Nasdem. Sementara pasangan Sunaryanta-Heri Susanto diusung Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (gun/bah)