RADAR JOGJA – Kota Jogja mengalami penambahan 6 kasus baru. Keenamnya tercatat dalam beberapa tracing kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Mulai dari pedagang Malioboro hingga pedagang Pasar Beringharjo.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menjabarkan detil kasus. Untuk klaster Lamongan terdapat laporan mortalitas. Tepatnya satu pasien kontak erat dari kasus awal, dikabarkan meninggal Minggu malam (13/9).

“Tetangga yang positif, meninggal semalam (13/9). Umurnya 60 tahun dan dirawat di rumah sakit sejak 4 September. Ada gejala batuk dan panas,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin malam (14/9).

Upaya tracing terhadap klaster ini dinyatakan rampung. Seluruh kontak erat telah menjalani uji swab PCR. Tindakan ini sebagai bentuk pemantauan dan pembatasan sebaran kasus.

“Saat ini kasus soto Lamongan sudah selesai tracing dan swabnya. Dengan ada upaya pemantauan untuk blocking tinggal menunggu kesembuhannya,” katanya.

Kasus baru justru muncul dari pedagang nangka muda Pasar Beringharjo. Tercatat satu pedagang Pasar Beringharjo sisi timur terkonfirmasi positif Covid-19. Upaya tracing telah menyasar 18 kontak pasien.

Kedelepanbelas hasil tracing, lanjutnya, belum mengikuti uji swab PCR. Satgas Covid-19 Kota Jogja masih melakukan tahap seleksi. Uji swab diutamakan kepada kategori kontak erat.

“Jadi secepatnya nanti akan kami swab setelah hasil tracingnya ada. Untuk lapak sudah disinfeksi. Besok pasar Beringharjo timur yang jualan kebutuhan pokok disemprot seluruhnya,” ujarnya.

Sosok pasien awal memiliki gejala Covid-19, yaitu batuk. Pasien juga telah menjalani istirahat di rumah sejak akhir Agustus. Hingga akhirnya menjalani rapid diagnostic test dan hasilnya reaktif.  Berlanjut positif saat uji swab PCR.

Heroe telah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja. Untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan disinfeksi oleh Satgas Covid-19 Kota Jogja.

“Sudah semalam diinformasikan ke Disperindag. Besok pedagang yang sisi timur libur sementara. Kalau pasien ini jualan gori (nangka muda),” katanya.

Heroe turut menjabarkan kasus pedagang kaki lima (PKL) Malioboro. Terjadi penambahan enam kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga akumulasi pasien untuk kasus ini mencapai 10 kasus. 

Upaya tracing terhadap kasus masih berjalan. Bahkan upaya pemetaan ini semakin luas. Harapannya agar dapat meminimalisir persebaran Covid-19. Sasarannya mulai dari keluarga hingga tetangga lapak di Malioboro.

“Ada yang satu keluarga kena karena kebetulan bergantian berdagangnya. Ada yang ikut shalat jemaah berbarengan. Maka saat ini sedang kami tracing meluas dan swab acak sebagai sampel untuk menentukan statusnya seperti apa,” ujarnya. (dwi/tif)