RADAR JOGJA – Retribusi pelayanan pasar di Gunungkidul naik mulai bulan ini. Kenaikan tersebut berdasarkan rekomendasi Perda tentang Retribusi Pelayanan Pasar tersebut turun dari Pemerintah DIJ, pada Agustus 2020 dan mulai direalisaikan bulan ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, kebijakan menaikan tarif retribusi pasar melalui proses panjang. Idealnya kenaikan setiap tiga tahun sekali namun sejak 2011 belum dilakukan penyesuaian. ”Dilematis (kebijakan menaikan retribusi pelayanan pasar), karena kenaikan bersamaan dengan pandemi virus korona,” kata Johan dihubungi Minggu  (13/9).

Karena rekomendasi Perda tentang Retribusi Pelayanan Pasar turun dari Pemprov DIJ Agustus, pihaknya harus langsung melaksanakan mulai awal bulan ini. Menurutnya, pembahasan Perda Nomor 4/2020 tentang Retribusi Pelayanan Pasar dilakukan sejak 2019. ”DPRD bersama-sama dengan bupati sepakat,” ucap mantan Camat Ponjong itu.

Hanya, karena raperda berkaitan dengan pendapatan, maka harus dikonsultasikan dengan Pemprov DIJ maupun pemerintah pusat.

Johan menjelaskan sebelum menaikan telah dilakukan sosialisasi dengan pedagang di 40 pasar milik Pemkab Gunungkidul. Namun jika pedagang masih keberatan, diminta menyampaikan agar ada kebijakan lanjutan. ”Kami masih cari payung hukum agar ada solusi. Dampak virus korona sangat terasa termasuk para pedagang pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Disperidag Kabupaten Gunungkidul, Virgilio Soriano mengatakan, penyesuaian tarif ada beberapa kategori, mulai dari kios, los hingga plataran pasar. Kios, sebelum kenaikan dipatok Rp 250  menjadi Rp 500 per meter persegi. Sedangkan untuk los dari awalnya Rp 200 menjadi Rp 400 per meter persegi dan untuk lokasi plataran dari Rp 150 menjadi Rp 300 per meter persegi. ”Besaran retribusi disesuaikan dengan lokasi dan luasan yang ditempati,” kata Virgilio.

Perubahan juga berlaku pada retribusi hewan ternak. Sapi dipatok tariff Rp 4.000 per ekor, kambing Rp 700 dan unggas Rp 200 per ekor dan berlaku setiap hari. Dijelaskan, retribusi ini akan kembali ke pedagang dalam bentu peningkatan fasilitas yang ada dipasar, mulai adanya perbaikan kerusakan maupun proses revitalisasi. (gun/bah)