RADAR JOGJA – Penularan Covid-19 di DIJ masih terus terjadi. Sayangnya, masih ditemukan masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan (prokes).

Demi menjaga kepatuhan masyarakat terhadap prokes, Satpol PP Sleman terus melakukan patroli dan merazia tempat-tempat yang tak taat prokes. ”Kemarin (13/9) pagi hanya patroli biasa di wilayah Gamping. Malam operasi gabungan dengan TNI dan Polri di wilayah Kalasan dan Prambanan,” kata Plt. Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana kepada Radar Jogja, kemarin.

Dikatakan, dari hasil giat pendisiplinan masyarakat dalam rangka pencegahan dan pendendalian Covid-19 tersebut, masih banyak yang melanggar. Itu ditemukan ketika melakukan patroli yang menyasar para pelaku usaha, usaha hiburan, kuliner, dan juga aktivitas kerumunan masyarakat lainnya.

Ada beberapa titik untuk pendisiplinan, yakni POM Bensin depan Badara Adisutjipto jalan Jogja-Solo, depan lapangan TRaden Ronggo Kalasan, Terminal Prambanan, depan Pasar Prambanan, serta salah satu angkringan Jalan Pramvanan Piyungan Kilometer 01 dari pukul 21.40 malam.

Di POM Bensin depan Badara Adisutjipto  Jalan Jogja-Solo, petugas melakukan pembinaan terhadap rombongan komunitas sepeda motor. Kemudian, di depan lapangan Raden Ronggo Kalasan petugas mendapati enam anak muda tak menggunakan masker. ”Hukumannya ada yang menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, dan dibuatkan BAP peringatan,” ungkap dia.

Selanjutnya, di Terminal Prambanan, ada dua pengunjung dengan pelanggaran yang sama, yakni tak bermasker. Oleh petugas dilakukan pembinaan dan menghafalkan Pancasila. Sama halnya, di depan Pasar Prambanan terdapat rombongan anak muda sedang nongkrong. Petugas kemudian melakukan pembinaan berupa peringatan terkait prokes.

“Untuk yang di salah satu angkringan di Jalan Prambanan Piyungan melakukan pembinaan yakni push up, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan diberi BAP peringatan,” paparnya.

Dilanjutkan, hal tersebut untuk memberikan efek jera sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat. ”Masih perlu adanya edukasi terhadap pentingnya protokol kesehatan. Agar mereka terus paham dan mau mematuhi prokes,” tandas dia. (cr1/bah)