RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 di kawasan Pasar Cebongan resmi menjadi klaster. Ini setelah adanya penambahan 12 kasus pada hari ini (13/9). Sehingga total pasien dalam kasus ini menjadi 19 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan detil kasus. Munculnya kasus ini berawal dari pemeriksaan kesehatan di pasar tersebut. Hasilnya ada dua temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kasus awal itu munculnya dua pasien. Sosok penjaga MCK pasar tersebut yang terkonfirmasi positif. Dinyatakan positif dalam waktu berbeda, 7 dan 8 September,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (13/9).

Satgas Covid-19 Sleman langsung melokalisir kasus. Diawali dengan pemetaan kontak erat kedua pasien. Hasil awal setidaknya ada 100 kontak tracing yang muncul.

Langkah awal dilakukan 47 swab kepada kontak erat. Selanjutnya rapid diagnostic test (RDT) yang menyasar kontak jauh. Artinya pernah melakukan interaksi dengan kedua pasien tapi tidak intens.

“Beberapa hasilnya sudah keluar, diantaranya 12 kasus yang muncul hari ini. Upaya tracing maish berlanjut,” katanya.

Tracing terhadap kasus ini tak hanya menyasar pedagang. Satgas Covid-19 Sleman juga melakukan pemeriksaan kepada keluarga pasien. Ini karena lingkup ini sempat melakukan kontak erat secara intens.

Terkait lonjakan kasus, mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini tak menampik. Bahkan Joko juga mengiyakan perubahan kasus Pasar Cebongan menjadi Klaster Pasar Cebongan. Pemkab Sleman khususnya Satgas Covid-19 Sleman tengah mengkaji tindakan pasca lonjakan kasus.

“Kalau secara epidemiologis sudah masuk kriteria klaster untuk kasus Pasar Cebongan ini,” ujarnya.

Dia memastikan ketersediaan tempat tidur masih mencukupi. Dari total pasien klaster Cebongan mayoritas adalah positif asimptomatik. Dalam kata lain tak memiliki gejala ringan hingga berat.

Para pasien asimptomatik, lanjutnya, menjalani isolasi mandiri di rumah. Adapula yang menjalani rawat isolasi di Asrama Haji Sleman. Walau begitu dia tak menampik ketersediaan tempat tidur semakin menipis.

“Kalau (Klaster) Cebongan sebagian besar asimptomatik, hanya dua yang bergejala ringan, batuk dan pilek. Secara umum, mayoritas kasus juga asimptomatik. Mudah-mudahan (tempat tidur) masih cukup,” katanya. (dwi)